Satu Rombongan dengan Basarnas, Para Jurnalis Turun di Gringsing, Antoni Kaget "Diserbu Pesan Whatsapp"

Satu Rombongan dengan Basarnas, Para Jurnalis Turun di Gringsing, Antoni Kaget Diserbu Pesan Whatsapp
Istimewa.
Senin, 03 Juli 2017 17:26 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BATANG - Antoni, seorang jurnalis penumpang Heli Basarnas yang turun di Gringsing kaget mendengar kabar heli nahas itu melanjutkan perjalanan ke Dieng. Antoni bersama beberapa rekan jurnalis asal Semarang sempat ikut memantau arus balik Lebaran 2017 di Heli Basarnas selama 2 jam.

"Sempat istirahat sejenak di tenda Basarnas sekitar 15 menit. Di saat masa istirahat itu anggota menerima kabar adanya insiden letusan kawah sileri di Dieng Banjarnegara. Informasi awal yang diterima ada 10 korban sebelum bertambah menjadi 17. Sampai di sini belum ada pembahasan atau rencana Heli akan menuju lokasi insiden kawah sileri," kata Antoni, Senin (3/7/2017).

Antoni bersama kru Heli Basarnas yang ditumpanginya mendapat kabar insiden Kawah Sileri, Dieng tersebut saat heli mendarat di Gringsing. Humas SAR Semarang, Afandi yang turut menjadi korban pun sempat berucap agar heli tidak berangkat ke Dieng. Antoni bersama jurnalis lainnya melanjutkan perjalanan dari Gringsing ke Semarang lewat jalur darat.

loading...
"Setibanya di rumah sekitar jam 15.30 WIB saya sempat membaca status BBM Afandi 'Otw dieng pantauan udara' tulisnya. Dalam hati saya sempat kaget dan bertanya-tanya sendiri 'lho berangkat to' padahal sebelumnya Affandi sempat mengatakan seakan sebuah doa. Begini ucapannya 'mugo-mugo ga ke Dieng.' Apakah ucapan itu sebagai firasat apa tidak, wallahualam," ujar Antoni.

Antoni sangat kaget saat mendapat kabar Heli Basarnas yang ditumpanginya memantau arus balik Gringsing-Brebes Exit jatuh. Pertanyaan melalui akun media sosial ramai berdatangan.

"Nah, saat proses kirim foto sekitar jam 18.15 WIB saya di BBM rekan kerja yang bertanya 'Mas katanya Heli Basarnas jatuh' Pertanyaan itu bak petir menyambar. Saya belum bisa menjawab karena belum dapat kepastian informasi. Kabar itu begitu cepat hingga dipastikan jika heli yang dipiloti kapten Haryanto mengalami kecelakaan menabrak tebing Gunung Batok," imbuhnya.

"Banyak sms, BBM dan telp dari teman-teman pada bertanya tentang kondisi saya. Sebaliknya saya juga mengecek rekan Yusuf Net TV, alhamdullilah rekan-rekan jurnalis tidak ada yang masuk dalam rombongan heli ke lokasi Kawah Sileri (karena sempat beredar pesan berantai terdapat empat jurnalis yang ikut dalam rombongan)," tambahnya.

Antoni sempat mendoakan seluruh penumpang heli dalam keadaan baik sebelum mendapat adanya korban jiwa dari peristiwa tersebut.

"Saya pun hanya berdoa semoga semuanya baik-baik saja dan selalu dalam lindungan-Nya. Amin (doa sebelum mengetahui jika empat kru heli dan empat anggota Basarnas dipastikan meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut). Innalillahi wainnaillahi rojiun, Selamat Jalan kawan! Kau teman-teman terbaiku semua. Mas Affandi kebaikanmu tak pernah saya lupakan! Pilot Kapten Haryanto, walau baru kenal dalam 3 jam, Anda pilot luar biasa yang saya kenal, sosok humoris penuh canda dan tawa dan enak diajak ngobrol, logat Suroboyoanmu tak kan pernah kulupakan. Kapten Solihin, Andalah co pilot yang kalem penuh senyuman. SMS terakhirmu masih saya simpan hingga sekarang. Dan kru heli beserta anggota lain yang sempat saya kenal menemani obrolan makan siang, Anda-anda lah Pahlawan Kemanusian Sejati. Selamat Jalan semuanya, smoga istirahat dengan tenang, Khusnul Khotimah.Amin YRA (mohon maaf jika catatan ini ada salah kata dan kurang berkenan di hati) #RIP #HELIDAUPHIN #BASARNAS," tutup Antoni.***
Sumber:Detik.com
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww