Pelanggar Syariat Islam di Banda Aceh Ramadan Ini Dua Kali Lipat

Pelanggar Syariat Islam di Banda Aceh Ramadan Ini Dua Kali Lipat
Ilustrasi--Aparat Wilayatul Hisbah (polisi syariat islam) Provinsi Aceh dibantu Polisi lalu lintas Polda Aceh dan Polisi Militer Kodam Iskandar Muda menggelar operasi penegakkan qanun (peraturan daerah) syariat islam di Banda Aceh, Aceh, Selasa (24/3). [A
Senin, 03 Juli 2017 12:04 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

BANDA ACEH - Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, melalui Kabid Pencegahan Syariat Islam, Evendy A Latief mengatakan, selama bulan Ramadan tahu ini, pelanggar syariat Islam di Kota Banda Aceh berjumlah 46 orang.

"‎Jumlah ini dua kali lipat dibandingkan Ramadan tahun lalu yang berjumlah 23 orang. Mereka melanggar Qanun Nomor 5 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Syariat Islam. Pelanggarnya adalah PSK dan waria yang kita amankan tengah malam," ujarnya saat dikonfirmasi GoAceh, Senin (3/7/2017).

‎Dijelaskannya, partisipasi masyarakat dalam memberantas maksiat dan penyakit masyarakat di kota Banda Aceh lebih meningkat tahun ini. "Terutama di kawasan Peunayong, pemuda gampong sangat aktif menginformasikan ke pihak kita dan kepolisian terkait pelanggaran tersebut," katanya.

Dari jumlah tersebut, ungkapnya, sebanyak 22 orang melanggar Qanun Nomor 5 Tahun 2000. Kemudian 7 orang melanggar Qanun Nomor 11 Tahun 2002 Pasal 10 dan 11 tentang Penjual dan Pembeli Makanan di Siang Hari Saat Ramadhan.

"‎Untuk imbauan saat bulan Ramadan, relatif mematuhi, baik siang hari yang menjual makanan maupun malam hari yang menutup sementara usahanya saat Tarawih. 
Selanjutnya adalah 2 orang pelanggar Ikhtilat, 6 orang pelanggar khalwat dan 9 orang lainnya pelanggar ‎kesejahteraan sosial (gelandang dan pengemis serta anak-anak punk)," jelas Evendy A Latief.

‎Sementara itu, pada bulan Ramadan tahun lalu, pelanggar syariat Islam di Kota Banda Aceh berjumlah 23 orang, yang terbagi atas 3 pelanggar Qanun Nomor 5 Tahun 2000, 6 pelanggar khalwat, 8 pelanggar Qanun Nomor 11 Tahun 2002 Pasal 10 dan 11, serta 6 orang pelanggar Ikhtilat.

"Pada Ramadan kemarin, kita menemukan 14 wanita dan 8 waria yang sebagian besar terindikasi sebagai tuna susila (PSK).‎ Namun karena tidak cukup bukti, kita hanya bisa memberikan pembinaan di kantor. Kebanyakan orang-orang lama," katanya.

‎Evendy juga menambahkan, pihaknya berterima kasih kepada pihak kepolisian dan masyarakat yang aktif dalam membantu memberantas maksiat yang terjadi di kota Banda Aceh, seperti kawasan Peunayong yang menjadi salah satu titik rawannya.
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Hukrim, Banda Aceh
wwwwww