Menunggu Perubahan Manajemen PSSB Tanpa Mendulang Utang

Menunggu Perubahan Manajemen PSSB Tanpa Mendulang Utang
Penyerang PSSB Bireuen, Carlitos melawati pemain bawah Persikabo Bogor, Tuhigadi pada Liga tahun lalu, di Stadion Cot Gapu, Bireuen. [Dok-Joniful Bahri]
Senin, 03 Juli 2017 15:45 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Untuk mengangkat kembali marwah dunia persepakbolaan di Kabupaten Bireuen di kancah nasional tentu sudah lama dinantikan semua kalangan warga khususnya dari Samalangan hingga ke Gandapura.
 
Keikutsertaan tim PSSB Bireuen yang dijuluki Laskar Batee Kureeng, pada Liga Nusantara (Liga 3) Regional Aceh yang dipentaskan Juli mendatang, sebuah langkah baru yang sempat terseret arus buntu.
 
Keberanian dan terbentuknya pengurus, manajemen baru di tubuh PSSB Bireuen kali ini, tentu bukanlah wajah-wajah karbitan. Mereka punya pengalaman dan telah pernah ikut tersungkur di antara lahirnya bintang, talenta hebat Bireuen di kancah nasional.
 
Bila kali ini, pengalaman buruk yang sempat melilit tubuh PSSB Bireuen akibat terjerat utang para pemain, pada kompetisi Liga beberapa tahun silam tetap akan diterapkan.
 
Maka pengurus dan manajeman PSSB kali ini akan tetap terperosok ke lubang yang sama, mustahil PSSB akan bangkit.
 
"Kami sangat beharap dan menaruh harapan pada pengurus PSSB Bireuen kali, dan dapat memberi kontribusi dan semangat baru di tubuh PSSB," ujar seorang pecandu bolakaki di Bireuen, Herizal kepada GoAceh, Senin (3/7/2017).
 
Terlepas anggapan dan tudingan masyarakat pencinta dunia sepakbola dan sempat mencibir, yang terutang tetap gaji pemain, sedangkan gaji pengurus tetap terurus. Ini juga sebuah malapetaka.
 
Di dunia olahraga, semboyan mencari keuntungan dan tersisanya utang, merupakan momok yang kerap tersandang bagi setiap pengurus cabang olahraga. Yang terukir hanyalah kepuasan batin.
 
Tapi tak sedikit, pomor kepuasan batin ini terbuang dan melahirkan kantong tebal bagi sebagian oknum pengurus tertentu, apa lagi dikaitkan dengan mekanisme kontrak pemain.
 
Di sisi lain, untuk bisa tampil di Liga 3 Regional Aceh, dan terangkatnya kembali marwah persepakbolaan di Bireuen, maka pihak manajemen atau pengurus, pelatih dan pemain PSSB, harus memiliki target di kompetisi ini.
 
"Bila hanya ikut untuk sekadar formalitas, sebaiknya jangan ikut saja. Untuk apa mengikuti Liga 3 menghabiskan dana besar, tapi hanya untuk mencukupi kouta tim di Liga 3 Regional Aceh," kata pemerhati sepakbola Bireuen," kata mantan penjaga gawang tahun 80-an, Al Majid kepada GoAceh, Senin (3/7/2017).
 
Terlepas dari anggapan itu, menghantar tim PSSB Bireuen bangkit kembali, tentunya pengurus dan manajemen tim harus benar-benar serius dan terbuka sehingga, manajemen PSBB tak lagi mendulang utang.
 
Lalu bagaimana dengan menajemen dan pengurus PSSB kali ini. Akankan akan bernasib sama dan akan tetap menerapkan manajemen tukang pangkas rambut. Kita tunggu gebrakannya.
Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Olahraga, Bireuen
wwwwww