Helikopter Basarnas Jatuh, Tangis Haru Istri Ceritakan Pesan Afandi untuk Anaknya yang Berusia 6 Bulan

Helikopter Basarnas Jatuh, Tangis Haru Istri Ceritakan Pesan Afandi untuk Anaknya yang Berusia 6 Bulan
Foto: Detik.com
Senin, 03 Juli 2017 17:34 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
KENDAL - Kepergian Maulana Afandi, anggota Basarnas Semarang, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya. Terutama sang istri, Lina Eni Panuntun, yang akan mengasuh anak semata wayangnya, Distra Yuma Afandi yang masih berusia enam bulan.

Apalagi, rencananya Lina dan Afandi akan menggelar tradisi Tedhak Sinten (mudun lemah atau turun tanah) untuk Distra, Selasa (4/7/2017).

Tedhak Siti atau Tedhak Sinten adalah tradisi seorang anak yang berusia tujuh lapan (7 x 35 hari) dimandikan dengan air kembang setaman. Setelah memakai pakaian baru, sang anak dibimbing ibunya menginjak jadah (nasi ketan tumbuk) yang diberi 7 buah warna yang berbeda.

loading...
"Sebelum berangkat suami saya minta supaya segala kebutuhan tedhak siti disiapkan," ujar Lina, Senin (3/7/2017).

Ads
Menurutnya, beberapa yang telah disiapkan adalah tebu kuning, kursi dan kurungan. "Semuanya sudah disiapkan, karena rencananya memang besok pelaksanaannya," paparnya.

Lina menceritakan, beberapa saat sebelum kejadian kecelakaan, dirinya masih berkontak lewat BBM. Bahkan, suaminya masih berkirim foto sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, saat pukul 16.00 WIB, pesan BBM-nya tidak masuk.

"Selama satu jam itu kami BBM-an, tapi sekitar pukul empat BBM tidak terkirim," imbuhnya.

Teguh Eko, adik Lina menuturkan bahwa kakak iparnya itu adalah orang yang santun dan bertanggung jawab.

"Sama keluarga baik. Memang orangnya baik kepada orang lain," kata dia.

Terkait tempat pemakaman, kata Teguh, sebenarnya dua keluarga baik orangtua maupun mertua sama-sama menyiapkan lahan pemakaman.

"Di Kaliwungu menyediakan, begitu juga yang ada di Boja. Akhirnya dirembug dan dimakamkan di Boja," tuturnya. ***
Sumber:Detik.com
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww