Home > Berita > Umum

Jeritan Suami Almarhumah Halimatus Sakdiyah dan Kedua Anaknya di Malaysia

Jeritan Suami Almarhumah Halimatus Sakdiyah dan Kedua Anaknya di Malaysia
Suami almarhumah, Abu Bakar bersama kedua anaknya yang masih kecil. [Istimewa]
Minggu, 02 Juli 2017 12:03 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN – Meski masih berselimut duka, namun keluarga ini tetap harus mengarungi kehidupan pahit di negeri orang. Inilah yang dijalani Abu Bakar (40), suami almarhumah Halimatus Sakdiyah yang meninggal dunia di Hospital Kuala Lumpur (HKL), Malaysia, Jumat (30/6/2017) lalu.

Almarhumah merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan tercatat sebagai warga Dusun Perdamaian 3, Gampong Tambon Baroh, Dewantara, Aceh Utara itu, meninggalkan 2 orang putri, Fatimah Zura (2,7) dan Malayani (5 bulan).

Baca: Pemulangan Jenazah TKI di Malaysia, PWI Tidak Gunakan Dana Organisasi

loading...
"Yang sangat menyedihkan kita, anaknya yang kecil masih menyusui," tulis Pengurus Grup Anak Rantau Acheh Malaysia (GARAM), Samsuddin yang akrab disapa Sam Diego di Akun Facebooknya, Minggu (2/7/2017) pagi.

Ads
Di akun Facebook itu, pihaknya dan Direktur Gerakan Aceh Nusantara (GAN), Ikhsan Nurdin dibantu rekan lainnya di Malaysia terus menggalang bantuan dana untuk pemulangan jenazah almarhumah.

Menurut keterangan Sam Diego, Halimatus Sakdiyah selama ini mengikuti suaminya, Abu Bakar yang bekerja sebagai buruh perusahaan kilang di Malaysia.

Di sana keluarga mereka tinggal di kawasan Tutu Baiduri, Sungai Way Petaling Jaya, Selanggor, Malaysia.

Baca: PWI Bantu Fasilitasi Pemulangan Jenazah TKI di Malaysia

Sebelumnya, almarhumah sempat dirawat di rumah sakit Kuala Lumpur setelah menderita Pneumonia (paru-paru basah) dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir di negeri jiran itu.

Menurut informasi dari Hospital Kuala Lumpur (HKL) Malaysia, jenazah masih disemayamkan di rumah sakit tersebut.

Direktur Gerakan Aceh Nusantara (GAN), Ikhsan Nurdin telah berupaya menghubungi Staf Bidang Kesehatan KBRI di Malaysia, Anis via Watshapp Massenger untuk membantu upaya pemulangan jenazah itu.

"Bapak Anis sudah berkoordinasi dengan atasan di KBRI dan akan bantu penerbitan surat/dokumen yang diperlukan Sabtu (1/7/2017) kemarin,” kata Ikhsan Nurdin meniru ucapan Anis.

Namun, lanjut Ikhsan, tentang biaya pemulangan jenazah, staf KBRI tersebut menyarankan agar dikebumikan di Malaysia.

“Terkait biaya, disarankan untuk dikubur di Malaysia saja karena jauh lebih murah daripada pemulangan," tuturnya.

Baca: Diduga Menderita Batu Karang, Seorang TKI Asal Aceh Utara Meninggal di Malaysia

Editor:Yudi
Kategori:Umum, Aceh Utara, Bireuen
wwwwww