Selama Lebaran, 20 Getek Beroperasi di Krueng Tingkeum Bireuen

Selama Lebaran, 20 Getek Beroperasi di Krueng Tingkeum Bireuen
Selama hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, sedikitnya 20 unit boat getek beroperasi di jalur aliran sungai Krueng Tingkeum, Kutablang, Bireuen. [Dok-Joniful Bahri]
Sabtu, 01 Juli 2017 12:03 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Selama hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, sedikitnya 20 unit boat getek beroperasi di jalur aliran sungai Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.
 
 
Tingginya aktivitas hilir mudik jalur penyeberangan di sugai Krueng Tingkeum telah menghidupkan perekonomian bagi warga di kawasan itu.
 
Menurut sejumlah pemilik boat getek kepada GoAceh, Sabtu (1/7/2017) mengaku, belakangan boat yang beroperasi dan mengangkut penyeberangan warga dan kendaraan roda 2 sudah mencapai 20 unit.
 
"Awalnya, pasca-dibongkarnya jembatan rangka baja Krueng Tingkeum ini hanya dua 2 unit boat, lalu bertambah seiring meningkatnya penyeberangan melalui sungai," ujar seorang pemilik boat penyeberangan di Krueng Tingkeum, Muklis Munir.
 
Diakuinya, sebelum adanya perahu getek, alat penyeberangan dari arah timur jembatan dan sebaliknya, warga hanya memanfaatkan boat nelayan.
 
"Untuk saat ini sudah ada sekitar 20 unit boat dan getek dan rata-rata bisa mengangkut 10 sampai 12 unit roda 2 hingga malam, bahkan ada yang lebih. Bahkan pemasukannya bisa didapat Rp1-4 juta per harinya" tambah Munir.
 
Sementara itu, Azhari seorang pemudik dari Sigli kepada GoAceh mengaku, dirinya lebih memilih menaiki sepeda motor dengan menumpang getek warga untuk penyeberangan saat ke Lhokseumawe.
 
"Kalau memilih jalur alternatif Krueng Tingkeum. Maka saya harus memutar arah hingga 8,5 kilometer dengan kondisi jalan kurang bagus.
 
Tapi ini jaraknya sangat dekat, ongkos menyeberang juga tidak mahal, hanya Rp5 ribu sekali penyeberangan," katanya.
Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Bireuen, Umum
wwwwww