DPR: Kenapa Pelaku Penyerang Anggota Brimob Harus Ditembak Mati?, Kan Bisa Kakinya Saja...

DPR: Kenapa Pelaku Penyerang Anggota Brimob Harus Ditembak Mati?, Kan Bisa Kakinya Saja...
Pelaku penusukan ditembak mati oleh petugas. (istimewa)
Sabtu, 01 Juli 2017 00:18 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menyayangkan ditembak matinya pelaku penusukan terhadap dua anggota brimob di Masjid Falatehan, depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat malam (30/6/2017).

Politikus PKS itu mempertanyakan mengapa pelaku harus ditembak mati. Sebab, menurutnya, polisi bisa saja melumpuhkan pelaku dengan ditembak di bagian kaki agar pelaku masih bisa hidup.

Kronologi Penyerangan Anggota Brimob Saat Salat Berjamaah Mirip Aksi Gorok Tewas Polisi di Polda Sumut

loading...
"Kenapa harus ditembak mati? Kenapa nggak kakinya saja ditembak. Kalau orang itu masih hidup kan kita bisa menggali banyak informasi," ujar Nasir seperti dikutip GoNews.co dari PojokBandung.

Nasir juga menambahkan, jika pelaku masih hidup, tentu Polri bisa menelusuri apakah si pelaku bagian dari kelompok teroris atau bukan.

"Kalau masih hidup kita jadi tahu apakah pelaku benar bagian dari jaringan teroris atau hanya pribadi yang kecewa, sakit hati, dan sebagainya," pungkas Nasir.

Terpisah, pengamat terorisme dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, aksi serangan terduga teroris itu tidak ada hubungannya dengan kunjungan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Pasalnya, serangan ini terjadi di mana-mana kalaupun adanya Obama hanya kebetulan saja. "Ini kan teror ini terjadi secara global bukan Indonesia saja, kalau memang ada Obama di Indonesia ya hanya kebetulan saja," ujar Khairul.

Khairul juga melihat dalam hal ini Polri tidak bisa dikatakan kecolongan. Pasalnya teroris selalu mengincar segala sesuatu yang bersifat lemah.

Apalagi sasarannya adalah acak tidak selalu di Jakarta atau di daerah mana. Apabila ada satu kesempatan maka teroris langsung melancarkan aksinya.

Kendati demikian, menurut dia, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian perlu melakukan evaluasi terhadap faktor keamanan di markas kepolisian, ataupun terhadap polisi itu sendiri. "Intinya teroris itu yang lemah harus dilawan, siapa yang dianggap menganggu harus dilawan, dan dia selalu mencari orang-orang yang lemah," katanya. ***
Sumber:pojokbandung.
Kategori:GoNews Group, Politik
wwwwww