Pelayanan Arus Mudik dan Arus Balik Meningkat, Angka Kecelakaan pada Idul Fitri 2017 Menurun 14 Persen

Pelayanan Arus Mudik dan Arus Balik Meningkat, Angka Kecelakaan pada Idul Fitri 2017 Menurun 14 Persen
Petugas mengevakuasi mobil pemudik yang menabrak beton pembatas jalan di jalan tol fungsional, Desa Karangjati, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2017).© Oky Lukmansyah /ANTARAFOTO
Kamis, 29 Juni 2017 13:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Meski terjadi lonjakan penumpang hingga 16 persen, angka kecelakaan arus mudik Idulfitri 2017 tercatat menurun hingga 14 persen.

Jika pada 2016 angka kecelakaan mencapai 1.515 kejadian, untuk tahun ini, khususnya hingga H+2 Idul fitri, angka kecelakaan hanya mencapai 1.299 kejadian, atau turun 216 kejadian.

Angka tersebut berpengaruh pada jumlah korban meninggal dunia atau pun luka-luka pada periode waktu yang sama.

Meski selisihnya tipis, korban meninggal dunia pada tahun ini mencapai 294 orang, sementara tahun lalu mencapai 294 orang. Sementara untuk luka-luka jumlahnya merosot signifikan, dari 478 orang pada 2016 menjadi 356 orang pada tahun ini.

Ads
Begitu pula dengan kerugian materiil. Pada 2016 kerugian tercatat mencapai Rp3,6 miliar, sementara pada 2017 kerugian tercatat mencapai Rp2,7 miliar (turun 25 persen).

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Syafruddin menjelaskan, membaiknya kualitas mudik tahun ini disebabkan oleh banyak hal, seperti antisipasi petugas, pemangku kepentingan, dan juga infrastruktur yang semakin membaik.

"Kemacetan di Brexit sudah tidak ada. Tahun depan tol sampai Semarang, kereta tambah, akses memecah arus juga tambah baik," ujarnya Kamis (29/6/2017).

Dari keterangan Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul mengatakan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan menjadi tiga daerah yang paling menonjol angka kecelakaannya.

Dari data yang didapat melalui "Operasi Ramadniya", Jawa Timur menjadi daerah yang paling banyak mengalami kecelakaan. Ada 50 kejadian yang terdiri dari 11 meninggal dunia, 10 luka berat, 80 luka ringan, dan kerugian materiil yang mencapai Rp58 juta.

Kedua adalah Jawa Tengah dengan 22 kejadian. Korban meninggal dunia sebanyak empat orang, luka berat empat orang, luka ringan 37 orang, dan kerugian materiil sebesar Rp32 juta.

Dan terakhir adalah Sulawesi Selatan dengan 15 kejadian yang terdiri dari dua orang meninggal dunia, 25 orang luka ringan, dan kerugian materiil mencapai Rp30 juta.

Selain laporan kecelakaan, Operasi Ramadniya juga mencatatkan puluhan ribu pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh para pemudik dengan kendaraan bermotor. Tepatnya, sebanyak 47.537 kali kendaraan ditilang dan 51.421 kali kendaraan ditegur.

Dari jumlah itu, Jawa Timur kembali menjadi lokasi dengan pelanggaran terbanyak, yakni dengan 682 kali kendaraan ditilang dan 791 kali kendaraan ditegur.

Adapun jenis pelanggarannya antara lain melanggar rambu dan penggunaan pelindung kepala atau helm.

Ada juga angka kriminalitas yang terjadi sepanjang arus mudik. Sama seperti tingkat kecelakaan, angka kriminalitas bahkan turun hingga 30 persen dibandingkan tahun lalu.

Meski begitu, evaluasi keseluruhan untuk mudik Idulfitri 2017 belum bisa disampaikan, sebab puncak arus balik masih akan diprediksi hingga 30 Juni 2016.

Sementara itu, untuk angkutan lebaran merak-bakauheni: kemacetan dan penumpukkan dapat terurai karena kerja sama korlantas, perhubungan dan ASDP.Tercatat hanya ada dua insiden di Merak - Bakauheni: 1.KM Trimas Kanaya mati mesin di dermaga 1 pada H-2., 2. KM Port Link III menabrak 3 fender ( bantalan karet) pada lebaran kedua di dermaga III.

Mengenai arus mudik dan arus balik lebaran 2017, Komisi V DPR RI memberikan apresiasi kepada Kemenhub sebagai leading sector atas munurunnya tingkat kecelakaan per H+2 dan tidak terjadi laginya kemacetan parah di Brexit.

Kedua, Komisi V DPR RI mendesak Kemenhub beserta semua sektor utk terus bekerja keras mengawal angkutan balik dengan melalui manajemen rekayasa lalu lintas dengan prinsip safety first.

"Kepada semua pengguna jalan selama arus balik untuk tetap mematuhi aturan dan rambu serta arahan yg sudah disiapkan pemerintah agar tiba dengan selamat," ungkap Ketua Komisi V DPR, Farry Djami Francis melalui pesan whatsapp kepada GoNews.co, Kamis (29/6/2017). ***
wwwwww