Pangdam Iskandar Muda: Ulama dan Umara tak Bisa Dipisahkan

Pangdam Iskandar Muda: Ulama dan Umara tak Bisa Dipisahkan
Pangdam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Moch Fachrudin bersilaturahmi dengan Abu Tumin Blang Bladeh, di Gampong Blang Bladeh, Jeumpa, Bireuen, Kamis (29/6/2017). [Joniful Bahri]
Kamis, 29 Juni 2017 21:04 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Ulama dan umara harus tetap seiring sejalan dan tak dapat dipisahkan satu sama lain. Hal ini dikatakan Pangdam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Moch Fachrudin saat silaturrahmi dengan ulama karismatik Aceh, Abu Tumin Blang Bladeh di kediamannya, Gampong Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Kamis (29/6/2017) sore.
 
Menurut Pangdam, dalam konteks ini, ulama dan umara sama-sama berperan dalam kewenangannya masing-masing, untuk membawa masyarakat ke arah yang lebih baik.
 
“Sejauh ini, kondisi Aceh sudah cukup aman dan kondusif serta damai. Hal ini tidak terlepas dari peran ulama. Makanya sebaik-baiknya umara adalah orang yang mau mendekati ulama,” katanya.
 
Mayjen TNI Moch Fachrudin menyebutkan, kunjungan pihaknya ke kediaman pimpinan Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh ini guna mempererat silaturahmi, sekaligus mengisi hari lebaran Idul Fitri.
 
"Kunjungan ini sebagai silaturahmi antara anak dan ayah, juga umara dengan ulama. Kegiatan yang sama juga dilakukan dengan ulama lainnya seluruh Aceh," sebutnya.
 
Selama kunjungan itu, Pangdam di dampingi Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, Dandim 0111/Bireuen, Letkol Arm Adekson.
 
Usai dari kediaman Abu Tumin, Pangdam dan rombongan kembali melakukan silaturahmi dengan pimpinan Dayah MUDI Mesra Samalanga, Tgk H Hasanoel Bashry (Abu Mudi), di Gampong Mideun Jok, Samalanga, Bireuen.
Ads
Editor:Zuamar
Kategori:Pemerintahan, Aceh, Bireuen
wwwwww