Home > Berita > Umum

Ingin Parkir Sembarangan Tanpa Ditindak? Datanglah ke Bireuen

Ingin Parkir Sembarangan Tanpa Ditindak? Datanglah ke Bireuen
Sepanjang Jalan T Hamzah Bendahara Bireuen dijadikan lokasi parkir yang menyebabkan kemacetan, Kamis (29/6/2017). [Joniful Bahri]
Kamis, 29 Juni 2017 12:16 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN – Akhir-akhir ini, keberadaan parkir liar di Bireuen terus menjamur. Dimana ada keramaian, pasti ada lokasi parkir. Kondisi ini tentunya semakin menambah kemacetan dan kesemrawutan kota tersebut.

Ulah para juru parkir liar yang membiarkan kendaraan terparkir tidak sesuai aturan telah mengorbankan hak pejalan kaki yang harus rela mengalah melewati badan jalan.

Baca: Mahasiswa Minta Pemko Tertibkan Petugas Parkir Liar

loading...
“Sejatinya juru parkir memiliki tanggungjawab dan tidak sembarangan menempatkan titik parkir kendaraan roda dua dan mobil, mengabaikan kepentingan pengguna jalan lainnya," ujar seorang warga Bireuen, Sabaruddin kepada GoAceh, Kamis (29/6/2017).

Hampir seluruh lahan parkir di Kota Bireuen telah memakan bahu dan badan jalan.

Entah sadar atau tidak, pemilik kendaraan pun dengan seenaknya ikut memarkirkan kendaraannya di titik larangan.

Apa lagi tidak adanya teguran dan sanksi tegas dari dinas terkait.

Fenomena semrawutnya parkir di ruas jalan dalam Kota Bireuen sudah dianggap wajar oleh sebagian warga, sebab sudah seringnya menghadapi situasi seperti ini.

"Sebenarnya kondisi ini mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya. Untuk jalan saja kita harus kesusahan mencari celah di antara kendaraan lain," kata warga asal Cot Gapu, Helmiadi.

Kondisi jalan yang sempit pun menjadi semakin sesak dengan tumpukan kendaraan pribadi yang notabene milik orang yang berpendidikan.

Semestinya ini menjadi pekerjaan rumah bagi pihak-pihak yang terlibat di pemerintahan, Satlantas Polres Bireuen, pengelolaan sistem parkir di Bireuen, terutama Dinas Perhubungan setempat.

Baca: Parkir Legal di Lhokseumawe Memakai Rompi dan Kartu

Bila karena alasan mengejar target, pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor parkir, lalu merampas hak pengguna jalan lain, artinya Dinas Perhubungan Bireuen diduga telah menzalimi hak orang lain.

Semestinya, dinas terkait memiliki tanggungjawab terhadap hal ini, apa lagi belakangan kontribusi PAD dari sektor parkir dinilai banyak yang tidak jelas.

"Kalau kita lihat, Dinas Perhubungan Bireuen tidak peduli terhadap hak pengguna jalan lainnya, yang penting setoran," ujar warga Kota Juang lainnya, Efendi.

Baca: Badan Jalan Jadi Lahan Parkir, Pusat Kota Bireuen Macet

Editor:Yudi
Kategori:Umum, Bireuen
wwwwww