Home > Berita > Umum

SAR Abdya: Musibah Berawal Dari Transit Menggunakan Perahu

SAR Abdya: Musibah Berawal Dari Transit Menggunakan Perahu
Korban Mawarni sesaat sebelum dibawa ke RSUD TP.
Rabu, 28 Juni 2017 15:36 WIB
Penulis: T Musnizar

BLANG PIDIE - Kepala Ops Satgas SAR Aceh Barat Daya (Abdya), Erijal menyebutkan, peristiwa perahu tenggelam yang menyebabkan dua orang tewas itu berawal ketika boat jenis TS melakukan transit delapan penumpang dengan menggunakan perahu, Selasa (27/6/2016) siang.

Sejumlah penumpang termasuk delapan kerabat dari pengendali boat TS itu berniat melakukan rekreasi ke Pulau Gosong Sangkalan pada hari kedua Idul Fitri 1438 H.

Baca: Mandi-mandi di Sungai, Tiga Bocah di Aceh Barat Tewas Tenggelam

“Namun nahas saat melakukan transit dengan perahu, sebanyak delapan penumpang tercebur ke air karena perahu oleng dan tenggelam,” sebut Erijal kepada GoAceh, Rabu (28/6/2017).

Ads
Erijal melanjutkan, lebih kurang 15 meter dari bibir Pulau Gosong, delapan penumpang melakukan transit dengan perahu untuk menuju bibir pantai pulau Gosong.

Baca: Menyeberang Sungai, Tiga Bocah Tenggelam di Kuala Gigieng, Aceh Besar, 1 Tewas, 2 Selamat

Sedangkan Rusdi yang merupakan pawang sekaligus suami Mawarni (korban) masih tetap berada di dalam boat memperbaiki baling-baling.

Sejurus kemudian, perahu yang ditumpangi delapan orang itu oleng dan masuk air yang kemudian tenggelam di lokasi.

Salah seorang penumpang, Martunis (17) berusaha keras membantu korban yang tidak bisa berenang untuk dibawa ke atas hamparan karang untuk menuju ke bibir pantai.

Setelah diketahui adanya musibah perahu tenggelam tersebut, lanjut Erijal, sejumlah nelayan yang ada di lokasi langsung menuju titik kejadian untuk memberikan pertolongan dan sebagian melaporkan musibah itu kepada tim SAR dan BPBK Abdya.

“Sejumlah anggota Satgas SAR Abdya begitu mendapatkan laporan langsung meluncur ke lokasi dengan perahu karet yang stanby di aliran Krueng Pulau Kayu tidak jauh dari lokasi kejadian,” sebut Erijal.

Ia menambahkan, setelah melakukan upaya penyelamatan, tujuh orang dapat dievakuasi, satu di antaranya kritis yang kemudian meninggal dunia di RSUD TP atas nama Mawarni.

Baca: Dua Nelayan Abdya Tenggelam di Lautan, Satu Ditemukan Tewas, Satu Lagi Masih Hilang

“Sekitar pukul 17.00 WIB sore kemarin, baru disadari bahwa masih ada satu korban yakni Muslaili yang masih hilang. Kemudian sejumlah anggota SAR balik ke lokasi untuk melakukan pencarian korban, namun tidak membuahkan hasil sampai menjelang maghrib,” sebut Erijal.

Namun tadi pagi, sebutnya, jasad Muslaili baru ditemukan oleh keluarga sekira pukul 09.05 WIB setelah melakukan penyelaman ke dasar laut yang tidak jauh dari lokasi terjadinya musibah.

“Saat ini korban sudah dibawa ke rumahnya untuk dilakukan prosesi pemakaman,” terang Erijal.

Pada kesempatan itu, Ia juga menyebutkan, di antara delapan orang yang melakukan transit menggunakan perahu tenggelam itu merupakan keluarga dari Rusdi, pawang boat naas tersebut, yakni Mawarni (korban) merupakan istri Rusdi, Martunis, M Samsul, dan Jamal merupakan anak-anak dari Rusdi serta dua keponakannya, Desi dan Suti Sabarina.

Sedangkan Muslaili korban yang baru ditemukan merupakan tetangga dari Rusdi.

Baca: Satu Lagi Korban Perahu Tenggelam di Pulau Gosong Ditemukan

Editor:Yudi
Kategori:Umum, Aceh Barat Daya
wwwwww