Home > Berita > Umum

Libur Lebaran, Pengunjung ke Hutan Kota Membeludak

Libur Lebaran, Pengunjung ke Hutan Kota Membeludak
Masyarakat mengantre di pintu masuk ke hutan kota di Langsa, Selasa (27/6/2017). [Dedek].
Selasa, 27 Juni 2017 21:42 WIB
Penulis: Dedek
LANGSA - Selama libur Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau hutan kota yang terletak di Gampong Paya Bujuk Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, menjadi objek wisata andalan bagi masyarakat.
 
Amatan GoAceh, Selasa (27/6/2017), akibat membeludaknya pengunjung mengakibatkan terjadinya kemacetan kendaraan baik roda dua dan empat. Kemacetan yang tidak begitu lama itu, disebabkan ruas jalan menuju hutan kota terlalu sempit, sedangkan arus lalu lintas dua arah dan ditambah lagi sebagian badan jalan rusak.
 
Sementara masyarakat dari arah Perumnas menuju ke Jalan A Yani Langsa dan arah sebaliknya ingin saling mendahului, sehingga kemacetan tidak terhindarkan serta ditambah lagi dengan salah satu jembatan menuju ke Hutan Kota atau tepatnya di sekitar SMP Negeri 6 Langsa terlalu kecil.
 
Salah seorang warga setempat, Abdullah, meminta kepada Pemerintah Kota Langsa untuk mengalihkan arus lalu lintas dari arah Perumnas ke Jalan A Yani, di saat hari-hari tertentu, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha dan hari libur lainnya, sehingga tidak terjadi kemacetan seperti sekarang ini.
 
Menurutnya, kemacetan ini juga disebabkan karena sebagian pengunjung khususnya warga dari luar Kota Langsa tidak mengetahui jika ada jalan alternatif lain menuju ke hutan kota yakni Jalan PTPN I.
 
Selain itu, Ia juga mengharapkan kepada Pemerintah Kota Langsa atau pengelola objek wisata hutan kota, untuk memberikan penunjuk arah menuju lokasi. Karena, di saat seperti sekarang ini, tidak sedikit masyarakat dari luar Kota Langsa kesasar.
 
Di lain sisi, salah seorang warga Kota Langsa, Ahyar, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Langsa di bawah pimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Langsa, Usman Abdullah - Marzuki Hamid, karena telah berhasil membawa perubahan Kota Langsa ke arah yang lebih baik lagi.
 
Seperti, pembangunan beberapa objek wisata yakni Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau hutan kota dan hutan manggrove. Karena, dengan dua objek wisata ini, kini masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya terlalu besar hanya untuk berlibur bersama keluarganya.
 
"Bagi masyarakat yang berpenghasilan pas-pasan maka kedua objek wisata itu sangat membantu, karena bagi masyarakat yang berkecukupan bisa berlibur bersama keluarganya ke luar kota," ucapnya.
 
"Saya berharap kepada Pemko Langsa agar kedepannya membangun objek wisata lainnya. Karena, selain bisa dijadikan tempat berlibur, juga bisa menambah penghasilan masyarakat, sebab bisa berjualan di objek wisata," sebutnya.
 
Salah seorang pekerja pada objek wisata hutan kota, Zulkarnain, mengatakan, sejak libur lebaran jumlah pengunjung ke objek wisata hutan kota meningkat bila dibandingkan hari-hari biasa. Akibatnya, masyarakat harus rela mengantre di pintu masuk objek wisata tersebut.
 
"Sejak lebaran kedua hingga hari ini (Selasa), ada ribuan pengunjung yang datang ke objek wisata hutan kota," sebutnya.
 
Ia menjelaskan, di dalam objek wisata hutan kota masyarakat dimanjakan dengan permainan anak-anak yakni, bebek dayung, rumah adat Aceh dan rumah pohon, juga ada kebun binatang mini.
 
"Sejak dibangunnya objek wisata hutan kota oleh Pemerintah Kota Langsa, maka menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berlibur bersama keluarga," pungkasnya.
Ads
Editor:Zuamar
Kategori:Umum, Langsa
wwwwww