Sebelum Ditemukan Tewas Tergantung, Pemuda Ini Minta Sang Ibu tidak Menangis

Sebelum Ditemukan Tewas Tergantung, Pemuda Ini Minta Sang Ibu tidak Menangis
Polisi lakukan penyelidikan di lokasi penemuan seorang pemuda yang tewas tergantung di Kecamatan Simpang Tiga, Aceh Besar, Minggu (25/6/2017).[Ist]
Senin, 26 Juni 2017 20:17 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
JANTHO - Seorang pemuda berinisial DEP (21), ditemukan tewas tergantung di belakang rumahnya di kawasan Gampong Krueng Mak, Kecamatan Simpang Tiga, Aceh Besar‎. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (25/6/2017) malam, sekitar pukul 22.30 WIB.
 
  
Kapolres Aceh Besar AKBP Heru Suprihasto mengatakan, kejadian itu pertama kali diketahui ibu korban, Nurma (48). ‎Menurut keterangan ibunya, sekitar pukul 20.00 WIB korban dan saksi sedang berada di dalam rumah.
 
"Kemudian korban makan sambil duduk di luar, tepatnya di depan rumah yang selanjutnya kembali masuk ke dalam rumah,"‎ ujar Kapolres kepada GoAceh, Senin (26/6/2017) malam.
 
Saat kembali masuk ke dalam rumah, korban sempat meminta ibunya untuk tidak menangisi dirinya dan selanjutnya korban kembali keluar rumah. 

"Korban berkata kepada ibunya 'Mak bek moe-moe keu lon beuh' (Ibu jangan menangisi saya ya), sambil kembali keluar rumah. Selang beberapa menit, ibunya yang curiga dengan perkataan tersebut, menyusul korban‎ keluar rumah dan melihat anaknya sudah tergantung di lesplang belakang rumahnya," katanya.

‎Karena ibunya sendirian di rumah, saksi meminta tolong kepada warga sekitar untuk membantu melepaskan korban dari tali. Sebagian warga lainnya langsung mendatangi Polsek setempat untuk melaporkan kejadian tersebut.

"‎Setelah mendapatkan laporan, personel Polsek langsung mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan membawa korban ke RSU Meuraxa, yang di dampingi langsung oleh ibu dan keluarganya. Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 22.30 WIB oleh pihak dokter jaga di rumah sakit," jelasnya.

‎Jenazah korban kemudian dibawa pulang ke rumah duka setelah dinyatakan meninggal dunia untuk dikebumikan. Hasil penyelidikan di lokasi, Unit Identifikasi Polres Aceh Besar, menemukan bekas jeratan tali yang berwarna kebiruan di bagian leher korban.

"‎Di TKP petugas menemukan tali nilon (yang biasanya digunakan untuk ikatan sapi), berdiameter lingkaran tiga sentimeter. Jarak ikatan dasar dari atas kayu atas rumah ke tanah 256 sentimeter, jarak ikatan dasar dari kayu atas rumah ke meja 225 sentimeter dan jarak ikatan dasar dari kayu atas rumah ke ikatan simpul leher korban 60 sentimeter," ungkap Kapolres.

Simpul ikatan tali tersebut diperkirakan ikatan simpul tarik-ulur yang sulit untuk dibuka dan sangat mudah terjerat sesuatu.

"Menurut keterangan saksi, tali tersebut berasal dari sekitar rumah. Kasus ini masih kita selidiki, kita masih menggali keterangan dari ibu korban, karena menurut keterangan sebelumnya tidak pernah ada masalah keluarga," demikian AKBP Heru Suprihasto.
Ads
Editor:Zuamar
Kategori:Kriminal, Aceh Besar
wwwwww