Nasir Djamil: Pemerintah Pusat Harus Tegas Soal Amnesti Din Minimi

Nasir Djamil: Pemerintah Pusat Harus Tegas Soal Amnesti Din Minimi
Anggota DPR RI, Nasir Djamil
Senin, 26 Juni 2017 17:02 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSEUMAWE - Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil meminta kepada Pemerintah Pusat supaya bersikap tegas terkait amnesti terhadap Nurdin Ismail alias Din Minimi cs sebagai warga negara. Mereka punya hak untuk direhabilitasi namanya walau tidak terlepas dari tudingan berbagai pihak.

"Dalam hal ini, Pemerintah Pusat harus bersikap tegas terhadap pemberian amnesti tersebut (Din Minimi). Jangan sampai ada pembiaran seperti sekarang ini,” kata Nasir Djamil kepada wartawan, Rabu (26/7/2017).

Nasir juga menambahkan, kelompok Din Minimi cs menyerahkan diri pada masa Sutiyoso masih Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Waktu ke Aceh, Sutiyoso bertindak atas nama BIN bukan pribadi. Oleh sebab itu, Pemerintah Pusat harus melihat kembali BIN itu bagian dari lembaga negara dan harus disikapi terkait hak-hak warga negara.

“Waktu itu Sutiyoso bertindak atas nama BIN. Bukan atas kehendak pribadinya. Kalau pribadi, jelas sekarang sudah tidak lagi di BIN dan pastinya hilang begitu saja. Namun ini kan atas nama BIN. Negara harus menindaklanjuti jangan dibiarkan saja. Kalau dibiarkan apa kata dunia nanti,” sebutnya.

Ads
Sebagaimana diketahui, kelompok bersenjata Din Minimi cs sukses dirangkul oleh Kepala BIN Sutiyoso waktu itu. Kepada Sutiyoso, Din Minimi menyampaikan sejumlah permintaan, di antaranya reintegrasi GAM, pemerintah memperhatikan anak yatim piatu, memperhatikan para inong balee (janda GAM), lalu meminta KPK turun ke Aceh.

Dengan musyawarah dan berbagai kesepakatan, Din Minimi bersama anak buahnya akhirnya turun gunung dan menyerahkan senjatanya pada 28 Desember 2015 di kawasan Keude Mesjid Bagok Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : GoNews Group, Hukrim, Aceh Timur
www www