Pria Aceh Besar Gagal Kirim Ganja 40 Kg ke Jawa Bersama Pemudik

Pria Aceh Besar Gagal Kirim Ganja 40 Kg ke Jawa Bersama Pemudik
Kapolda Lampung Irjen Sudjarno menunjukkan barang bukti narkoba jenis ganja beserta empat tersangka saat ekspose kasus kemarin. [FOTO RIZKY PANCHANOV/RADAR LAMPUNG]
Jum'at, 23 Juni 2017 14:04 WIB

BANDARLAMPUNG - Momen arus mudik dimanfaatkan para bandar narkoba untuk menyelundupkan barang haram mereka. Hal ini terbukti dari ungkap kasus penyelundupan narkoba, masing-masing jenis ganja dan sabu-sabu, oleh petugas Seaport Interdiction (SI) Bakauheni, Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Kasus pertama yang berhasil diungkap adalah upaya penyelundupan ganja seberat 40 kilogram pada Selasa (20/6) malam. Kapolda Lampung Irjen Sudjarno menjelaskan, ungkap kasus itu merupakan buah kejelian anggotanya.

’’Momen mudik seperti ini dimanfaatkan oleh para pelaku untuk melakukan upaya penyelundupan. Beruntung, anggota kami di lapangan jeli dan berhasil menggagalkan 40 kg ganja kering,” kata Jarno –sapaan akrab Kapolda Lampung– saat ekspose kasus di Pelabuhan Bakauheni kemarin.

Dijelaskan, 40 kg ganja kering itu ditemukan dalam bagasi bus Antar Lintas Sumatera (ALS) jurusan Medan-Jakarta. Saat dilakukan pemeriksaan, anggota SI menemukan dua buah karung di bagasi kiri bus. ’’Saat kami buka, dua karung itu ternyata berisi ganja kering,” paparnya.

Ads
Belakangan diketahui 40 kg ganja kering tersebut dimiliki oleh tersangka DEP (31), warga Simpang Tiga, Aceh Besar. Menurut Jarno, modus yang digunakan tersangka adalah dengan mengirim ganja tersebut tanpa pemilik.

’’Awalnya DEP membeli ganja itu di Aceh. Setelah itu, dia mengirimnya ke Medan dengan menggunakan bus Putra Pelangi. Dari Medan, ganja itu hendak dikirim ke Tangerang dengan dititipkan melalui jasa pengiriman barang ekspedisi bus ALS,” paparnya.

Usai mengirim ganja itu, lanjut Jarno, tersangka naik pesawat menuju Jakarta. Upaya tersebut sebagai langkah antisipasi agar tersangka sewaktu-waktu bisa melarikan diri jika paket ganja itu ketahuan.

’’Setelah kami kembangkan, pelaku kami tangkap saat hendak mengambil ganjanya di pul ALS Tanah Tinggi, Tangerang,” ungkapnya seraya mengaku terus memperketat pengamanan di SI.

Untuk itu, kata dia, selama arus mudik dan balik nanti pihaknya menyiagakan unit K-9 untuk membantu anggota SI mengendus keberadaan narkoba di dalam kendaraan.

’’Kita kan sudah punya alat X-ray, tetapi radiasi terlalu tinggi dan berbahaya, jadi sama mabes rencananya mau ditukar dengan alat baru. Saat ini, kita masih menunggu bantuan X-ray dari Mabes Polri,” tandasnya.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:radarlampung.co.id
Kategori:Aceh Besar, Umum
wwwwww