Home > Berita > Umum

Panglima Laot Dukung Komunitas KAWE POST

Panglima Laot Dukung Komunitas KAWE POST
Panglima Laot Seunuddon, Amir Yusuf. [Jamaluddin Idris].
Jum'at, 23 Juni 2017 02:31 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
LHOKSUKON - Panglima Laot Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Amir Yusuf, mendukung penuh Komunitas KAWE POST. Ia berharap komunitas tersebut tidak hanya sekedar mempromosikan wisata mancing, tetapi ikut andil membantu menyelamatkan ekosistem laut.

"Saya dukung sekali kalau ada rekan-rekan yang mau menjaga biota laut, termasuk? KAWE POST ini kalau bisa jangan hanya sekedar mempromosikan wisata mancing, tetapi harus ikut andil membantu menyelamatkan biota laut," kata Amir Yusuf kepada GoAceh, Jumat (23/6/2017).

Amir Yusuf mengatakan, akhir-akhir ini, tidak sedikit biota laut terganggu dan beberapa alat penangkapan ikan milik nelayan Seunuddon rusak akibat ulah oknum nelayan luar daerah yang sengaja menjaring ikan dengan menggunakan pukat harimau.

loading...
"Benih-benih ikan kecil semua dijaring pukat harimau. Selain itu, jaring ikan nelayan putus-putus dan batu karang rusak akibat pukat harimau. Jadi itulah yang sangat merugikan nelayan Seunuddon selama ini," kata Amir Yusuf lagi.

Belum lama ini, sambung dia, pihak nelayan sempat mengamankan 4 pukat harimau yang beroperasi di wilayah perairan Seunuddon. Empat pukat harimau beserta 5 lima pelakunya diserahkan ke polsek setempat.

"Beberapa hari yang lalu, kasus itu diselesaikan di Polsek Seunuddon. Sudah dibuat perjanjian secara tertulis, jika terulang lagi, akan diproses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Publikasi Komunitas KAWE POST, Mukhlis Azmi, meminta pemerintah kabupaten setempat agar membuat sebuah aturan, sehingga nelayan tidak lagi mencari ikan di perairan yang bukan wilayahnya.

"Kita mengecam aktifitas pukat harimau dan menyayangkan hal ini kembali terjadi di perairan Aceh Utara, sehingga kita tidak melihat adanya keseriusan dari Pemkab atau instansi terkait dalam mecegah hal ini," kata Mukhlis Azmi.

Ia mengkhawatirkan jika akibat persoalan sengketa laut dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kita takutkan nanti bukan hanya biota laut saja yang musnah akibat pukat harimau, tapi juga adan pertumpahan darah antara pelaku dan nelayan setempat. Karena bisa jadikan nelayan sudah cukup gerah dengan keberadaan pukat harimau," ujarnya.

"Kita minta Pemkab dan instasnsi terkait kritis menanggapi hal ini. Adanya tindakan tegas. Saya setuju jika adanya regulasi itu boat pelaku pukat harimau ditenggelamkan saja," sambung Mukhlis.
Kategori:Umum, Aceh Utara
wwwwww