Home > Berita > Umum

Jalur Krueng Tingkeum Bireuen, Lintasan Pemudik yang tak Menyenangkan

Jalur Krueng Tingkeum Bireuen, Lintasan Pemudik yang tak Menyenangkan
Pelaksana proyek jalan alternatif, arah utara jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang, Bireuen kembali ditimbun akibat beberapa titik, di lintasan itu masih labil. [Dok-Joniful Bahri]
Jum'at, 23 Juni 2017 09:31 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Pascadibongkarnya jembatan rangka baja, Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen menyisakan dilema baru bagi pengguna jalan, lintasan Banda Aceh ke Medan.
Kondisi ini, tentu menjadi salah satu lintasan jalur mudik lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah 2017 yang tak menyenangkan.
 
Mau tidak mau, para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi,  bus umum dari Banda Aceh ke Medan terpaksa harus melalui jalan gampong, hingga 8,5 kilometer. 
 
Tak hanya dari arah jalur Banda Aceh. Sebaliknya mereka dari Medan, Sumatera Utara ke Banda Aceh hingga saat ini harus tetap menerima pil pahit.
 
Hanya pengguna sepeda motor, sedikit bernafas lega, setelah masyarakat di aliran sungai Krueng Tingkeum berhasil merancang beberapa rakit buatan, sebagai alat penyeberangan dengan merenggos kantong Rp 5 ribu.
 
Beruntung juga, pelintas di jalur anternatif dari arah selatan jembatan, arus dari Medan ke Banda Aceh yang melintas sepanjang 7,5 kilometer jalannya telah teraspal. 
 
"Jalur ini juga mulai timbul persoalan baru, alibat rutinitas arus kendaraan truk barang, bus berbadan besar telah menyebabkan barem atau badan jalan mengalami kerusakan berat," ujar seorang warga Kutablang, Murni kepada GoAceh, Jumat (23/6/2017).
 
Sementara jalur jalan alternatif dari Banda Aceh ke Medan yang dilintasi melalui arah utara, jembatan Krueng Tingkeum juga tak kalah rumitnya.
 
Kondisi ruas dan badan jalan yang melintasi beberapa gampong bagian utara yang dibangun pihak rekanan,  atau sepanjang 8.5 kilometer itu belum tersentuh pangaspalan sama sekali.
 
Bahkan ada beberapa titik jalurnya yang masih labil, dan sering mengalami kecelakaan bagi kendaraan yang melintas di jalur itu.
 
"Sejatinya pihak rekanan harus segera memperbaiki jalur tersebut. Bila perlu, menempatkan alat berat guna membantu pelintas dan dapat menimbun jalan yang berlubang,  apa lagi saat arus mudik lebaran yang padat," kata seorang sopir Bus Putra Pelangi , Syukran.
 
Selain alat berat, pihak rekanan harus mensiagakan mobil tangki dan guna menyiram jalan agar tidak berdebu disaat musim kemarau.
 
Menyahuti hal ini, PT Takabeya selaku rekanan yang menangani ruas jalan itu, mulai melakukan perbaikann di jalur tersebut sejak tiga hari lalu, bahkan beberapa titik jalan yang rusak, bergelombang, dan berlobang telah ditimbun.
 
"Terkait adanya kerusakan badan jalan anternatif diarah utara Krueng Tingkeum, Kutablang, sudah diupayakan perbaikan, ditimbun dan langsung diratakan untuk dipadatkan," kata Direktur PT Takabeya Mukhlis kepada wartawan.
 
Terlepas dari usaha yang dilakukan pihak rekanan saat ini, namun persoalan jalur anternatif bagian utara Krueng Tingkeum belum juga memberikan kemudahan yang berarti, terutama pengguna jalan saat mudik lebaran tahun ini.
 
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum, Bireuen
wwwwww