Diskon Belanja Lebih Menggoda dari Pahala 10 Akhir Ramadan‎

Diskon Belanja Lebih Menggoda dari Pahala 10 Akhir Ramadan‎
Ilustrasi. [Foto Istimewa]
Jum'at, 23 Juni 2017 08:02 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - Pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan kali ini sudah memasuki H-2 Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Sejak masuknya bulan Ramadan, setiap muslim sudah mulai gencar meningkatkan semangat untuk memperbanyak melakukan ibadah kepada Allah SWT. Di bulan Ramadhan, Allah melipatkan gandakan pahala setiap ibadah yang dilaksanakan, sementara di bulan lain kelebihan ini tidak didapatkan. 
 
 
Semakin mendekati hari terakhir maka semakin banyak bonus-bonus pahala yang akan diberikan oleh Allah SWT.  Salah satu bonus terbesar di akhir bulan Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadar, di mana jika seorang muslim beribadah di malam itu maka Allah akan melipat gandakan pahalanya sama seperti beribadah selama 1000 bulan.
 
Sebab itu, tidak heran jika Rasulullah SAW memerintahkan umatnya agar memperbanyak ibadah di 10 malam terakhir.  Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak iktikaf, qiyamul lail, tadarus Alquran dan bersedekah. 
 
Namun ternyata, gebyar pahala itu tidaklah dianggap menarik oleh sebagian umat muslim. Diskon belanja mengalahkan seruan Rasulullah SAW untuk memperbanyak ibadah di 10 hari terakhir.
 
Masyarakat erbondong-bondong berbelanja di malam Ramadhan sampai harus meninggalkan pelaksanaan salat Tarawih. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang pergi berbelanja ke pasar dan semakin sedikitnya jamaah shalat tarawih di masjid. 
 
Menanggapi fenomena tahunan tersebut, Ketua Umum PW KAMMI Aceh, Tuanku Muhammad, mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk dapat memaksimalkan ibadah di dua hari terakhir Ramadhan tahun ini, baik itu di siang hari maupun di malam hari. 
 
"Rakyat Aceh harus menjadi contoh bagi muslim lainnya dalam beribadah di hari-hari terakhir Ramadhan. Jangan sampai kita di Aceh juga sama fenomenanya seperti daerah lain yang tidak menjalankan syariat Islam. Rakyat Aceh harus menjadi muslim yang cerdas yang tidak menyia-nyiakan kesempatan di setiap akhir Ramadhan," ujarnya kepada GoAceh, Kamis (22/6/2017). 
 
Disamping itu, dirinya  juga mengajak seluruh rakyat Aceh untuk berbondong-bondong ke masjid di dua malam terakhir Ramadhan ini, baik itu untuk salat Tarawih, Witir dan Qiyamul Lail, maupun untuk beriktikaf. 

"Jika puasa tahun ini banyak rakyat Aceh yang mendapat predikat taqwa, maka tentu bumi Aceh kedepan juga akan mendapat keberkahan dari Allah," kata Tuanku. 
 
Oleh karena itu, imbau Tuanku, seharusnya rakyat Aceh memaksimalkan waktunya di H-2 Ramadhan ini untuk memperbanyak ibadah kepada Allah seperti salat 5 waktu, Dhuha, Tahajud, Tarawih dan Witir, tadarus Alquran, bakat, bersedekah dan ibadah lainnya. "Bisa jadi di dua hari terakhir inilah Allah memberikan keberkahan dan ampunannya kepada kita semua," tambahnya.
Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Banda Aceh, Aceh, Umum
wwwwww