Home > Berita > Umum

BKSDA: Penanganan Gajah Liar Terhambat Karena Terbatas Dana CRU

BKSDA: Penanganan Gajah Liar Terhambat Karena Terbatas Dana CRU
Ilustrasi
Kamis, 22 Juni 2017 09:01 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

BANDA ACEH - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, penanganan gajah liar di Aceh terhambat karena anggaran operasional untuk Conservation Respons Unit (CRU) terbatas.

"Memang ada keterbatasan anggaran operasional CRU. Di Aceh, ada 7 CRU, 5 CRU termasuk dibiayai pemerintah Aceh, ‎satu CRU dibiayai oleh NGO dan satu CRU lagi dibiayai pihak swasta," ujarnya, Rabu (21/6/2017) malam.
 
‎Ia menjelaskan, pihaknya sudah mendiskusikan hal tersebut dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, guna membicarakan penanganan konflik, termasuk anggaran operasional untuk CRU.
 
"‎Kita coba cari jalan keluarnya, sehingga anggaran untuk CRU bisa lebih optimal. Sekitar dua minggu lalu, kita juga berdiskusi dengan beberapa penggiat konservasi gajah untuk mencoba mencari donor kedepannya yang bisa membantu operasional CRU dan penanganan konflik satwa liar," jelas Sapto.
 
Dirinya berharap, semua pihak terkait dapat mencari solusi dengan berpikir bersama untuk konflik satwa liar, khususnya gajah ini. ‎"Untuk tangani konflik, di BKSDA Aceh ada anggarannya, tetapi sangat terbatas dan masih jauh dari mencukupi," tambahnya
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum, Aceh
wwwwww