Home > Berita > Umum

Masih Maraknya Balapan Liar di Banda Aceh, Ini Kata Polisi

Masih Maraknya Balapan Liar di Banda Aceh, Ini Kata Polisi
Aksi balap liar oleh kalangan remaja di kawasan Lamnyong, Banda Aceh, Jumat (17/3/2017). [Safdar S]
Selasa, 20 Juni 2017 10:44 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - Pihak Polresta Banda Aceh akan menindak tegas para pembalap dan penonton balapan liar yang selama ini masih terus berlangsung di sejumlah kawasan di kota Banda Aceh, seperti di kawasan Ulee Lheue dan Darul Imarah.
 
Hal ini dikatakan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin, saat ditanyai tanggapan dan sikapnya, mengenai masih maraknya balapan liar yang berlangsung di sejumlah kawasan ibu kota Provinsi Aceh ini.

Mantan Kabid Humas Polda Aceh ini mengatakan, pihaknya akan menahan sepeda motor yang terjaring petugas selama tiga bulan, khususnya kendaraan yang digunakan si pembalap liar. 

"Jika terjaring dan ditangkap petugas, sepeda motornya akan ditahan selama tiga bulan.‎ Baik itu kendaraan bodong atau lengkap dan kendaraan si pembalap maupun si penonton," ujarnya kepada GoAceh, Senin (19/6/2017).
 
Kapolresta juga mengajak seluruh pihak, khususnya para orangtua, untuk bersama-sama menjaga dan mengingatkan anaknya masing-masing agar tidak ikut serta dalam balapan liar yang selama ini sangat-sangat meresahkan masyarakat tersebut.
 
‎Sementara itu, Kapolsek Ulee Lheue, AKP Elfutri yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, aksi balapan liar di wilayah hukumnya yang selama ini terjadi, lebih mengarah kepada sikap para pelaku yang menantang petugas kepolisian. 

"‎Para remaja yang melintas di jalan Pelabuhan Ulee Lheue mengencangkan gasnya yang menimbulkan suara motor yang besar karena menggunakan kenalpot racing di depan Polsek. Hal ini menunjukkan sikap menentang petugas dan tidak hormat atau tidak menghargai petugas kepolisian," keluhnya terpisah, malam.

Kapolsek yang pernah menangkap puluhan hingga ratusan unit motor, para pembalap dan penonton balapan liar beberapa waktu lalu ini menjelaskan, biasanya balapan liar dilakukan para remaja saat masyarakat tengah beribadah pada malam hari, saat salat Tarawih dan Tadarus misalnya.

"‎Selain itu, juga dilakukan pada Subuh hari selama bulan Ramadhan ini, setelah pelaksanaan salat Subuh, masyarakat juga sudah sangat resah dan kesal akan hal ini," kata AKP Elfutri.

Dirinya menambahkan, pihaknya selaku penjaga keamanan di kecamatan Meuraxa juga sudah berupaya meredam kekesalan warga sekitar, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 
 
"‎Kita juga minta pengertian dari orang tua dan semua pihak untuk tidak membela terhadap aksi balapan liar ini," harap Kapolsek.
Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum, Banda Aceh
wwwwww