Jelang Idul Fitri, Nenas Berastagi Banjiri Bireuen

Jelang Idul Fitri, Nenas Berastagi Banjiri Bireuen
Para pedagang bauh-buahan di Bireuen memilih buah nenas asal Tarutung, Tapanuli Utara yang dipasok pihak agen, Senin (19/6/2017). [Joniful Bahri]
Selasa, 20 Juni 2017 10:15 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, nenas asal sejumlah daerah di Sumatara Utara mulai membanjiri Bireuen, Senin (19/6/2017)

Menurut sejumlah agen nenas kepada GoAceh mengatakan, belakangan nenas asal Berastagi (Karo) dan Tarutung (Tapanuli Utara) lebih mudah dipasarkan ke Bireuen dan beberapa pusat kota lainnya. 

Sejak bulan puasa dan menjelang lebaran, bisanya permintaan nenas lebih tinggi ketimbang hari-hari biasa,” ujar seorang agen nenas, Ridwan. 

Untuk sekarang iniharga jual nenas kusus bagi pedagandi Kota Bireuen rata-rata bekisar Rp5 ribu hingga Rp7 ribu per buah, kecuali yang kecil. Sedangkan harga beli di tingkat petani di Berastagi maupun Tarutung harganya mulai bekisar mulai Rp3 ribu hingga Rp3,5 ribu per buah. 

Disingung perbedaan kualitas nenas lokal seperti dari Aceh Tengah serta Berastasi, Sumatera Utara, Ridwan mengaku sangat jauh berbeda

“Kalau dilihat kualitas buahnya lebih bagus nenas di luar Aceh, terutama daya tahannnya. Lalu rasanya juga berbeda. Kalau nenas asal Takengon kecil dan masa panennya juga tidak serentak,” sebutnya.
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Ekonomi, Bireuen
wwwwww