Home > Berita > Umum

Audensi Dengan Bupati, Begini Kata Direktur RSUD Galus

Audensi Dengan Bupati, Begini Kata Direktur RSUD Galus
Tenaga medis dan para medis RSUD Gayo Lues saat berada di Pelantaran Kantor Bupati setempat, Senin (19/6/2017). [Dosaino]
Selasa, 20 Juni 2017 01:49 WIB
Penulis: Dosaino

BLANGKEJEREN – Terkait tuntutan medis dan para medis agar Pemerintah Kabupaten Gayo Lues (Galus) segera mencairkan jasa medis para tenaga medis dan non medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat, sepertinya menemukan titik terang, pasalnya, dalam beberapa hari ini, pihak pelayanan kesehatan masyarakat ini sudah bisa sumringah, karena jasa mereka akan segera dicairkan.

 

 

Hal itu disampaikan Direktur RSUD setempat, dr Taufik Ririansyah, usai melakukan audensi tertutup bersama Bupati dan Kepala Badan Pengelolaan Keungan Daerah (BPKD), Jata, Senin (19/6/2017) di teras Kantor Bupati setempat.

Bahkan dirinya mengungkapkan, pihaknya hari ini juga akan menyiapkan SPP, karena pihak Keuangan menjanjikan bisa langsung dilimpahkan dalam beberapa hari ke depan. “Intinya sebelum lebaran jasa medis sudah cair, sebab itu tuntutan kami semua, termasuk saya,” kelakarnya.

Sambungnya, jasa medis yang dituntut medis dan para medis ini sebenarnya hanya tiga bulan, yaitu Oktober, November dan Desember tahun 2016 kemarin. “Tapi permasalahan ini muncul karena dana tersebut belum tercantum dalam DPA. Sementara setiap tahunnya di bulan November dan Desember, memang gak bisa diklaim, karena pembayarannya hanya di bulan Januari. Jadi mana bisa dimasukkan prediksi berapa."

"Akhirnya, untuk yang tiga bulan ini kami estimasi saat itu sebesar Rp 2,8 miliar, ternyata perkiraan kami meleset karena muncul angka sebesar Rp3,7 miliar,” terangnya, sembari melanjutkan, karena perselisihan nilai yang mencolok ini, tentu harus dimasukkan ke dalam perubahan.

Baca juga: Jasmed Tak Kunjung Cair, Ratusan Tenaga Medis Datangi Bupati Galus

Namun saat ditanyakan berapa besaran jasa medis yang belum dicairkan tahun 2016 kemarin, Taufik mengatakan, dari total Jasmed sebesar Rp3,7 miliar, maka untuk jasa medis 44 persen, “Ia sekitar Rp 1,2 miliar lebih atau di bawah Rp1,5 miliar,” terangnya.

Akan tetapi, untuk pembayaran jasa medis tahun 2017 ini, sudah dibayarkan selama dua bulan, yaitu, Januari dan Februari, sementara untuk Maret, April dan Mei belum, “kalau itu sih gak ada masalah, karena dalam tahap proses,” sebutnya.

Selain itu, saat ditanyakan dalam aksi ini apakah pelayanan kesehatan pada masyarakat berjalan seperti biasa, Direktur RSUD ini mengklaim, bahwa layanan kesehatan tetap berjalan normal, karena ada beberapa medis dan para medis yang stanby di RSUD, akan tetapi jumlah personelnya tentu tidak seperti biasa.

Ads
Editor:Zuamar
Kategori:Umum, Gayo Lues
wwwwww