Kasus Pukat Harimau di Seunuddon Diselesaikan Secara Kekeluargaan di Polsek

Kasus Pukat Harimau di Seunuddon Diselesaikan Secara Kekeluargaan di Polsek
Pihak kepolisian saat dan beberapa Panglima Laot saat menyelesaikan persoalan pukat harimau yang diamankan nelayan, Senin (19/6/2017). [Ist]
Senin, 19 Juni 2017 23:41 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
LHOKSUKON - Empat pukat harimau yang diamankan nelayan karena menjaring ikan di perairan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara akhirnya dibebankan, Senin (19/6/2017). Kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan di kantor Polsek setempat.Dalam proses media kasus itu, turut dihadiri Panglima Laot Kabupaten Aceh Utara, Teungku Ismail, Panglima Laot Kecamatan Samudera, Syafii, Panglima Laot Syamtalira Bayu, Alfian. Hadir juga kepala dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten setempat, M Jafar.

"Dalam proses mediasi tadi di Polsek, hadir sejumlah panglima laot yang berkaitan. Di sana, mereka menyelesaikan dan membuat perjanjian secara tertulis agar kasus itu tidak terulang lagi," kata Panglima Laot Seunuddon, Amir Yusuf kepada GoAceh.

loading...
Dikatakan Amir Yusuf, dalam surat keterangan perjanjiannya menyebutkan bahwa nelayan di luar daerah tidak diperkenankan untuk mengambil ikan di perairan Seunuddon. Apabila nanti terulang lagi, kata dia, pihaknya akan menyerahkan kepada pihak kepolisian secara penuh.

Ads
Seperti diberitakan sebelumnya, empat unit pukat harimau diamankan warga Gampong Ule Rubek Timu dan Bantayan sekitar pukul 00.30 WIB, Senin (19/6/2017) dini hari. Turut diamankan juga para pelakunya.

Setelah diamankan warga, persoalan tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian. Lima pelaku yang diamankan, masing-masing ND (42), SM (35), warga Blang Nibong, Kecamatan Samudera. Kemudian MF (26) dan MH (30), warga Gampong Jambo Timur, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe serta KH (31), warga Gampong Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti.

Kategori:Aceh Utara, Umum
wwwwww