Terkait Polemik Proyek Blok A, Begini Kata Anggota Dewan Aceh Timur

Terkait Polemik Proyek Blok A, Begini Kata Anggota Dewan Aceh Timur
Anggota DPRK Aceh Timur Narmawi.
Minggu, 18 Juni 2017 00:49 WIB
Penulis: Ilyas Ismail
IDI - Anggota DPRK Aceh Timur dari Fraksi NasDem asal Dapil 2, Narmawi, ikut berkomentar terkait polemik pada proyek Blok A yang selama ini terjadi, baik pada tenaga kerja lokal dan terlibatnya perusahaan lokal di proyek Migas Blok A, serta pembongkaran barang berat di Palabuhan Julok.“Polemik yang selama ini terjadi di tengah masyarakat tentang kurang terkavernya tenaga kerja lokal dan perusahaan lokal di Central Prosesing Plaint (CPP) Blok A, hingga berujung demo ke Kantor DPRK, perlu mendapat campur tangan pihak eksekutif,” kata Narmawi kepada GoAceh, Sabtu (17/6/2017) malam.

Menurut Narmawi, jika masyarakat atau LSM yang ingin mengakiri polemik tersebut lebih tepatnya ke pihak eksekutif.  “Jika mau demo terkait tenaga kerja atau keterlibatan perusahaan lokal jangan ke DPRK, tapi lebih tepat ke pihak eksekutif dalam hal ini ke Kantor Bupati Aceh Timur,” ujar Narmawi.

Ia selaku anggota DPRK Aceh Timur asal Dapil 2 yang meliputi kawasan CPP Blok A, menyambut baik investasi yang hadir ke Aceh Timur. Namun Ia menyesalkan jika polemik yang terjadi seperti baru-baru ini tentang pembongkaran dan pengangkutan barang dari pelabuhan Simpang Lhee ke Lokasi CPP Blok A, pihak eksekutif selaku pemangku kepentingan diam atau tidak peduli.

Ads
“Seharusnya, pihak esekutif harus memberi sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaan pelabuhan Simpang Lhee jauh- jauh hari sebelumnya, sehingga kondisi kondusif tercipta saat pelaksanaan kegiatan di pelabuhan tersebut,” ujar Narmawi.

Tambah Narmawi, pihak eksekutif selama ini hanya bicara saja, bahwa proyek Blok A harus berjalan lancar dan dapat beroperasi di tahun 2018. “Sementara ketika ada polemik terjadi di tengah –tengah masyarakat dewan yang menjadi sasaran demo masyarakat dan forum keuchik. Silakan Forum Keuchik sampaikan permasalahan ke pihak eksekutif, yakni ke Bupati jangan ke dewan saja,” kata Narmawi.

Narmawi juga berharap kepada pihak eksekutif untuk menampung semua aspirasi masyarakat, sehingga investasi di Aceh Timur berjalan dengan baik dan kondusif. “Kita melihat selama hadirnya investasi Blok A beroperasi, masyarakat Kecamatan Indra Makmur dan Julok mulai bergeming terhadap peningkatan perekonomian rakyat."

“Agar pelaksanaan Proyek Blok A berjalan dengan baik dan bebas dari segala polemik. Pihak eksekutif harus secara rutin dan kontinyu melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya investasi. Sehingga para investor tidak terganggu. Jika pihak eksekutif mau proyek fital Blok A berjalan maksimal, tentunya pihak eksekutif harus berbuat lebih maksimal dalam menangani semua polemik yang terjadi, jangan biarkan pihak perusahaan mengatasi sendiri, mereka itu tamu di daerah kita,” demikian Narmawi Politisi Partai NasDem.

Editor:Zuamar
Kategori:Pemerintahan, Aceh Timur
wwwwww