TDL Naik, Pemerintah Dinilai Sengsarakan Rakyat

TDL Naik, Pemerintah Dinilai Sengsarakan Rakyat
Ilustrasi
Sabtu, 17 Juni 2017 12:32 WIB
Penulis: Dedek

LANGSA - Tarif dasar listrik (TDL) terus mengalami kenaikan setiap bulannya. Kebijakan pemerintah tersebut dinilai telah menyengsarakan rakyat. Betapa tidak, dengan kenaikan TDL membuat masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap, menjerit.

Apalagi bagi pensiunan, dimana uang pensiun yang diterima tidak sesuai dengan biaya yang harus dikeluarkan sejak TDL naik.

"Saya mendapatkan dana pensiun setiap bulannya sekitar Rp300 ribu, sementara biaya yang harus dikeluarkan untuk listrik sebulan selama TDL naik mencapai Rp250 ribu," sebut seorang pensiunan salah satu BUMN yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (17/6/2017).

loading...
Baca: Warga Aceh Utara Khawatir Informasi Kenaikan Tarif Listrik

Ads
Ia menjelaskan, biasanya listrik yang harus dibayar setiap bulan hanya sekitar Rp100 ribu hingga Rp120 ribu dan sisa uang pensiun itu bisa untuk membeli beras serta beberapa jenis kebutuhan pokok lainnya. 

"Kini sejak TDL naik, jangankan untuk membeli beras dan kebutuhan lainnya, untuk membayar listrik bisa cukup saja, sudah Alhamdulillah," sebutnya lagi.

Selain TDL naik, harga kebutuhan pokok juga terkadang mengalami kenaikan.

"Kami mohon kepada Pemerintah Indonesia dalam hal ini Presiden, Joko Widodo, untuk mencabut kembali kebijakan menaikkan TDL, karena masyarakat merasa sangat terjepit di tengah kondisi ekonomi yang carut-marut seperti sekarang ini," ungkapnya.

Baca: FPRM: PLN Perbaiki Kinerja Sebelum Naikan TDL

Editor:Yudi
Kategori:Ekonomi, Langsa
wwwwww