Permintaan Kue Kering Meningkat Jelang Lebaran

Permintaan Kue Kering Meningkat Jelang Lebaran
Pedagang kue lebaran di Pasar Pusong, Kota Lhokseumawe, Sabtu (17/6/2017). [Sarina]
Sabtu, 17 Juni 2017 15:20 WIB
Penulis: Dedek

LHOKSEUMAWE – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, permintaan berbagai jenis kue kering di Pasar Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Sabtu (17/6/2017) meningkat. Harga kue berkisar antara Rp40 hingga Rp120 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang kue kering, Bunda Maisyura mengatakan, dalam beberapa hari terakhir permintaan kue kering oleh konsumen sangat banyak.

Kue-kue tersebut dijual dengan harga bervariasi, mulai puluhan ribu hingga mencapai ratusan ribu per kilogram, tergantung jenis kue itu sendiri.

loading...
“Kue yang kami jual di antaranya, kue nastar Rp120 ribu per kilogram, lontong paris Rp120 ribu per kg, kue jenis kacang-kacangan Rp40 ribu per kilogram. Selain itu juga ada jenis kue lidah kucing, pangsit, kuping gajah, dan sejumlah kue lainnya,” jelas Bunda.

Ads
Baca: Anda ke Meureudu? Jangan Lupa Kue Ade

Lanjutnya, kue yang dijual tersebut di pasok dari Kota Medan dan Sigli.

Keuntungan yang diperoleh per hari mencapai Rp3 juta.

“Saya akan terus berjualan kue kering hingga malam lebaran tiba,” ucap Bunda.

Sementara itu, pedagang lainnya, Hendri juga mengatakan, sejauh ini selain kue dari luar daerah, kue tradisional juga sangat diminati masyarakat, seperti Boi, Keukarah, Bangket, kue bawang, kue gampong tradisional, dan lain-lain.

“Harga kue bawang per kilogram Rp80 ribu, Keukarah per biji dijual tujuh ratus rupiah, dan kue boi per kotak dijual Rp15 ribu. Biasanya setiap tahun, kue-kue tradisional ini habis terjual karena masih banyak masyarakat yang meminati kue lebaran khas Aceh tersebut,” ungkapnya.

Hendri berharap, walaupun banyak jenis kue yang berasal dari luar daerah, namun kue tradisional khas Aceh ini harus tetap dipertahankan.

Baca: Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah dari Bisnis Kue Lebaran

Editor:Yudi
Kategori:Ekonomi, Lhokseumawe
wwwwww