Home > Berita > Umum

Ratusan Pelanggan PLN Kutacane Terancam Diputus dan Dipidana

Ratusan Pelanggan PLN Kutacane Terancam Diputus dan Dipidana
Manager PLN Rayon Kutacane, Muhammad Zulfitri.
Jum'at, 16 Juni 2017 10:03 WIB
Penulis: Dosaino Ariga

KUTACANE – Sejak PT PLN Rayon Kutacane menggelar penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL) yang dimulai, Senin 12 Juni 2017, ratusan pelanggan di Aceh Tenggara terjaring razia oleh tim P2TL.

“Dari pemeriksaan yang sudah dilakukan terhadap 711 pelanggan selama lima hari ini, terbukti 128 pelanggan menggunakan pemakaian tenaga listrik secara ilegal atau 18 persen dari pemeriksaan. Sehingga, dari hasil tersebut, PLN Kutacane berhasil menyelamatkan 180.000 Kwh atau senilai Rp110 juta, uang negara terselamatkan,” papar Manajer PT PLN Rayon Kutacane, Muhammad Zulfitri kepada GoAceh melalui telepon seluler, Jumat (16/6/2017) pagi.

Dikatakan, dalam hal operasi P2TL ini, PLN tetap melaksanakan kegiatan ini sesuai dengan prosedur dan tidak dilakukan semena-mena, sehingga pelanggan tidak dirugikan.

Akan tetapi, jika tim operasi yang di dalamnya tergabung personel Polres Aceh Tenggara, menemukan dan terbukti para pelanggan menggunakan arus listrik secara ilegal, maka pihak PLN akan menjatuhkan denda kepada pelanggan tersebut, dengan dasar Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009.

Pasal 51 ayat 3, disebutkan, Setiap orang yang menggunakan tenaga listrik yang bukan haknya, secara melawan hukum dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 tahun dan denda paling banyak 2,5 miliar.

Untuk itu, guna mendapatkan solusi dan menyadarkan pelanggan, pihak PLN terus meningkatkan koordinasi dan melakukan kerja sama dengan pihak Polri dan Kejaksaan, untuk memberantas oknum pencurian arus lisrik ini alias menggunakan arus listrik secara ilegal.

“Kami juga tak bosan-bosan melakukan sosialisasi pada masyarakat, bahwa penggunaan arus listrik secara ilegal dapat menyebabkan kebakaran. Sebab, daya yang digunakan dalam instalasi pelanggan tidak terukur oleh alat pengukur dan pembatas (APP) Kwh meter, sehingga bisa mengakibatkan hubungan arus singkat (konslet), yang menyebabkan kebakaran di bangunan pelanggan dan merugikan masyarakat lain juga,” tutur mantan Manager PLN Rayon Blangkejeren ini.

Di samping pelaksanaan operasi P2TL, PLN Kutacane juga melakukan operasi putus dan bongkar (tuskar). “Operasi ini dilakukan terhadap pelanggan yang menunggak rekening dan menyebabkan PLN Kutacane masih terdapat tunggakan rekening diatas 2 lembar atau sebanyak 3.050 pelanggan, dengan total tunggakan untuk semua kode golongan mencapai nilai fantastis yaitu sebanyak Rp3,5 miliar,” jelasnya.

Dia menambahkan, kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat kesadaran pelanggan terhadap kewajiban pembayaran rekening yang telah digunakan sangat rendah.

Walau demikian sambungnya, dalam operasi ini petugas tetap melakukannya sesuai dengan prosedur yang berlaku di PT PLN seluruh Indonesia, dan tertuang dalam surat perjanjian jual beli tenaga listrik (SPJBTL) yang telah ditandatangi oleh PLN sebagai pihak pertama dan pelanggan sebagai pihak kedua.

“Makanya kepada pelanggan kami imbau, segera lakukan pembayaran rekening listrik sebelum tanggal 20 setiap bulannya, untuk menghindari pembongkaran, karena tanggal 21 akan dilakukan putus sementara. Bagi pelanggan yang menunggak 2 bulan, akan dilakukan pembongkaran rampung, apabila sudah dibongkar pelanggan wajib migrasi ke meter listrik pintar. Kemudian, jika dalam waktu 60 hari pelanggan tidak melakukan pelunasan, maka pelanggan dinyatakan berhenti berlangganan dengan PLN,” paparnya.

Kemudian, jika pelanggan tersebut menginginkan penyambungan kembali, maka diwajibkan membayar lunas tunggakan dan membayar biaya penyambungan baru. “Jika pelanggan melakukan penyambungan ilegal sebelum menyelesaikan kewajibannya, maka akan kami limpahkan ke pihak berwajib untuk dilakukan tindakan penertiban, karena ini menyangkut pidana,” tegas Zulfitri.

Kegiatan operasi ini dilakukan pihaknya, selain menyelamatkan uang negara, juga untuk perbaikan mutu tegangan, pemeliharaan jaringan dan perintisan, yang mana untuk kehandalan sistem guna memberikan pelayanan yang maksimal pada pelanggan Rayon Kutacane yang mencapai 48.000 pelanggan. 

 
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum, Aceh Tenggara, Gayo Lues
wwwwww