Program Ceria Ramadan Bersama Alquran Berakhir

Program Ceria Ramadan Bersama Alquran Berakhir
Peserta Program Ceria Ramadan Bersama Alquran di Pesantren Tahfizul Quran Syaikh Rasyid Al-Mukhlishin Lhokseumawe, usai mengikuti wisuda pada Kamis (15/6/2017). [Ist]
Jum'at, 16 Juni 2017 15:04 WIB

LHOKSEUMAWE – Program Ceria Ramadan Bersama Alquran di Pesantren Tahfizul Quran Syaikh Rasyid Al-Mukhlishin Lhokseumawe, berakhir pada Kamis sore kemarin. Sebanyak 20 peserta mampu menghafal Alquran satu juz dalam waktu 10 hari. Bahkan banyak yang mampu menghafal hingga dua juz dan ada satu peserta yang sudah hafal 6 juz.

Program Ceria Ramadan Bersama Alquran itu dimulai sejak Senin (5/6/2017). “Tujuannya, untuk mencetak kader-kader generasi hafiz dan hafizah bagi generasi masa yang akan datang di wilayah Aceh, khususnya Lhokseumawe,” kata Ketua Panitia Pelaksana, Amrizal Alhafiz.

Ia merincikan dari 20 peserta, terdiri dari 9 peserta laki-laki dan 12 peserta perempuan. “Para peserta tidak hanya berasal dari Lhokseumawe, tetapi juga ada dari Aceh Utara, Banda Aceh dan sejumlah wilayah lainnya,” katanya.

Disaksikan para orang tua, para peserta yang berusia rata-rata 9 tahun dan 12 tahun itu diwisuda karena telah lulus sebagai seorang hafiz Alquran.

Ads
Pendiri Pesantren Tahfizul Quran Syaikh Rasyid Al-Mukhlishin Lhokseumawe, Muklis Azhar, mengaku bahagia program tersebut berjalan lancar. “Insya Allah tahun depan juga akan kita adakan kembali. Sejumlah masukan dari peserta dan orang tua peserta akan kita kita kaji agar program ini bisa lebih baik lagi,” katanya.

Muklis mengaku sangat ingin anak-anak Aceh kelak menjadi insan qurani. “Penting sekali menjadikan generasi ke depan sebagai anak-anak yang mencintai Alquran. Karena tantangan dan pengaruh kehidupan yang begitu berat, kita orang tua tak kan mampu menjaga mereka. Namun Alquran di dalam dada mereka yang akan menjaganya,” kata Muklis Azhar yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRK Kota Lhokseumawe.

Editor:Zainal Bakri
Kategori:Lhokseumawe, Pendidikan
wwwwww