Pansus APBK Tahun 2016, DPRK Abdya Bentuk Empat Tim

Pansus APBK Tahun 2016, DPRK Abdya Bentuk Empat Tim
Rapat pembukaan Pansus Realisasi APBK tahun 2016 terlihat lengang pasca walk out 11 anggota dewan. Kamis (15/6/2017).(T Musnizar).
Jum'at, 16 Juni 2017 12:34 WIB
Penulis: T Musnizar

BLANG PIDIE – Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasannya, DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) membentuk tim pansus realisasi APBK 2016. Tim tersebut sesuai dengan Komisi yang ada di DPRK setempat.

Ketua DPRK Abdya, Zaman Akli kepada GoAceh, Jumat (16/6/2017) mengakui, tim pansus tahun ini berbeda dengan tim pansus tahun lalu di mana pansus disesuaikan dengan daerah pemilihan (dapil) masing-masing, namun tahun ini dibentuk sesuai dengan komisi-komisi.

“Pansus kita sesuai dengan Komisi-Komisi yang ada di DPRK yang akan melakukan Pansus sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya,” sebut Zaman Akli.

loading...
Disebutkannya, tim Pansus tahap pertama dimulai hari ini, Jumat (16/6/2017) sampai Kamis, 21 Juni 2017. “Tahap kedua mulai bekerja 3 - 6 Juli 2017 hasil temuan Pansus selanjutnya akan dilaporkan dalam sidang paripurna DPRK Abdya,” imbuh Zaman Akli.

Seperti diketahui, Rapat Paripurna Pembukaan Pembentukan Pansus APBK 2016 pada Kamis (15/6/2017) kemarin sempat dibanjiri interupsi dari sejumlah anggota dewan dari Fraksi Abdya Bermartabat dan Fraksi Nasional Bersatu.

Sejumlah anggota dewan tersebut meminta rapat paripurna Pansus tersebut ditunda. Dikarenakan, saat ini alat kelengkapan dewan (AKD) yang baru sesuai aturan belum selesai dibentuk.

Menurut sejumlah anggota dewan yang terhormat tersebut pembentukan Pansus sebelum adanya AKD yang baru merupakan pelanggaran tata tertib (tatib), khususnya pasal 42 ayat 5 di mana disebutkan, masa jabatan ketua, wakil ketua, sekretaris komisi ditetapkan paling lama 2,5 tahun sekali. Namun saat ini, AKD yang ada sudah berumur tiga tahun.

Meskipun diwarnai walk out 11 anggota dewan, Ketua DPRK Zaman Akli dalam sidang tersebut tetap melanjutkan sidang setelah dilakukan voting. Di mana yang setuju melanjutkan sidang tersebut lebih banyak dari anggota dewan yang tidak setuju.

Setelah sejumlah anggota dewan yang mayoritas dari Fraksi Abdya Bermartabat dan Fraksi Nasional Bersatu meninggalkan ruang rapat paripurna tersebut, otomatis yang tinggal 13 anggota dewan dari Partai Aceh sebanyak 7 orang, PAN dan Partai NasDem masing-masing 3 orang.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Pemerintahan, Aceh Barat Daya
wwwwww