Meninggalnya IRT di Nagan Diduga Korban Perampokan Masih Misteri

Meninggalnya IRT di Nagan Diduga Korban Perampokan Masih Misteri
Kapolres AKBP Mirwazi saat mewawancarai Junaidi (suami korban) di kediamannya di Darul Makmur, Nagan Raya, Jumat (15/6/2017). [Arif]
Jum'at, 16 Juni 2017 10:28 WIB
Penulis: Arif
SUKA MAKMUE - Meninggalnya ibu rumah tangga (IRT) yang juga guru di salah satu SMP di Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya kemarin, masih misteri dan menyimpan tanda tanya di masyarakat setempat.
Pasalnya, peristiwa meninggalnya Masdiana (25) dengan kondisi korban leher lembam, mengeluarkan darah segar dari mulut dan tanpa berpakaian lengkap di dalam kamarnya belum terkuak.
 
Selain itu, menurut olah tempat kejadian perkara (TKP) pihak kepolisian, meskipun perumahan perusahaan tersebut berdempetan tapi tidak ada seorangpun tetangga yang mengetahui atau mendengar jeritan minta tolong Masdiana.
 
 
Kasus perampokan dua unit telepon seluler ini (sebelumnya diberitakan hilang uang Rp10 juta) awalnya diketahui oleh Junaidi selaku suami korban. Setiba Junaidi pulang istirahat sebentar dari tempat kerjanya selaku kerani di perkebunan PT Socfindo.
 
Salah seorang warga Zalya kepada GoAceh menyampaikan duka yang mendalam, ia berharap semoga pihak kepolisian dapat mengungkap siapa pelakunya untuk mendapatkan hukuman setimpal. 
 
Kapolres Nagan Raya yang ikut dalam olah TKP menjelaskan, untuk saat ini kasus tersebut digolongkan perampokan, karena ponsel korban dibawa pelaku yang belum terindentifikasi orangnya.
 
"Kita mengamankan barang bukti di TKP yaitu sprei. Untuk sementara ini mengarahkan perampokan hingga menghilangkan nyawa korbannya," ungkap kapolres singkat.
Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Nagan Raya, Peristiwa
wwwwww