BI Lhokseumawe Turun ke Daerah Layani Penukaran Uang Lebaran

BI Lhokseumawe Turun ke Daerah Layani Penukaran Uang Lebaran
Jum'at, 16 Juni 2017 16:09 WIB

LHOKSEUMAWE - Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang Rupiah menjelang Lebaran, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Lhokseumawe bekerja sama dengan perbankan mitra melayani penukaran uang emisi baru di sejumlah titik mulai hari ini sampai besok, 16-17 Juni 2017.

Kepala KPw BI Lhokseumawe Yufrizal mengatakan, untuk wilayah kerja BI Lhokseumawe, antara lain dilakukan di halaman Masjid Bujang Salim, Krueng Geukueh, Aceh Utara. Selain BI, kegiatan tersebut juga diikuti BNI, BRI dan Bank Aceh Syariah.

Selain di Masjid Bujang Salim, daerah lain termasuk wilayah kerja BI Lhokseumawe juga dilakukan Masjid Islamic Centre Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Tenggara, dan beberapa daerah lain.

“Kegiatan dua hari ini bertujuan untuk mempercepat peredaran uang emisi baru tahun 2016 dan ketersedian uang layak edar di seluruh pelosok masyarakat,” ujar Yufrizal.

Ads
Tambahnya, dengan kegiatan ini, BI melalui kerja sama dengan perbankan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang Rupiah dengan kualitas baik (hasil cetak sempurna/HCS). Selain itu juga memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk dapat menukarkan uang di lokasi resmi yang disediakan oleh BI dan perbankan mitra lainnya.

Sambung Yufrizal, di samping melakukan kegiatan layanan penukaran uang juga akan dilakukan kegiatan sosialisasi mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah (Cikur) dan cara merawat uang Rupiah.

Dengan mengoptimalkan jaringan yang dimiliki oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BI berkomitmen untuk menyediakan kebutuhan uang masyarakat melalui kegiatan ini.

Kegiatan ini akan menjangkau 1.136 titik lokasi penukaran dari Aceh sampai dengan Papua, dengan rincian: Bank Mandiri: 528 titik; BRI: 303 titik; BNI: 205 titik, serta BTN: 100 titik. Jumlah uang yang diproyeksikan untuk kegiatan selama dua hari ini adalah Rp 150M.

Jumlah sebesar Rp 150M ini sudah diperhitungkan dalam proyeksi outflow BI selama periode Ramadan/Idul Fitri yaitu sebesar Rp 167,0 triliun; di mana realisasi outflow dari 29 Mei-13 Juni 2017 (11 hari kerja) adalah sebesar Rp66,5 triliun atau 39,8 persen dari total proyeksi.

Persentase terbesar dari penarikan ini adalah pada kegiatan penarikan uang oleh perbankan yaitu sebesar Rp55,9 triliun (82,8 persen).

Kegiatan layanan penukaran uang secara serentak khususnya di daerah 3T (terpencil, terluar dan terdepan) ini memang baru pertama kali dilaksanakan. Namun, dilakukan sesuai dengan misi BI untuk memenuhi kebutuhan uang Rupiah di masyarakat dengan jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu dan dalam kondisi yang layak edar, sehingga kegiatan ini akan dilaksanakan secara sistematis, reguler dan berkesinambungan. 

wwwwww