24 Pelanggar Syariat Dicambuk di Aceh Besar

24 Pelanggar Syariat Dicambuk di Aceh Besar
Eksekusi hukum cambuk [Agus Setyadi/detikcom]
Jum'at, 16 Juni 2017 17:20 WIB

BANDA ACEH - 24 pelanggar syariat dihukum dicambuk di halaman Masjid Al-Munawarah Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (16/6/2017).  Satu terpidana kasus zina sempat dibawa turun ke bawah panggung setelah sabetan ke-20. Ia kembali menjalani hukuman setelah terpidana lain selesai dieksekusi.

"Tadi ada yang disuruh istirahat yang kasus zina atas nama EF setelah cambukan 20. (eksekusi cambuk) disambung akhir acara karena EF sanggup," kata Jaksa Penuntut Umum pada Kejari Aceh Besar Rivanli Azis saat dikonfirmasi detikcom.

Menurutnya, para terpidana ini harus segera dilakukan eksekusi karena sudah memiliki hukum tetap. Mereka sudah menjalani proses persidangan di Mahkamah Syariah Aceh Besar dan divonis sesuai pasal yang dilanggar.

loading...
"Putusan sudah inkrah. Jadi harus segera (dicambuk). Mereka sudah disidang sebelum puasa," jelas Azis.

Para terpidana yang menjalani hukuman hari ini di antaranya yaitu AM divonis sembilan kali cambuk karena terlibat kasus perjudian, EF divonis 100 kali cambuk karena kasus zina, Sy dihukum 40 kali karena minum minuman memabukkan (khamar), Muh divonis 40 kali cambuk karena khamar, dan Dar divonis 60 kali cambuk karena menjual khamar.

Selain itu, Has, FA, Buk, AM, dan MAA divonis 10 kali cambuk karena perjudian. Terpidana lain yaitu TZ dan IM dijatuhkan hukuman sembilan kali cambuk karena perjudian. Gun, DS, HT dan RE divonis 25 kali cambuk karena menggelar perjudian.

Terpidana lain yang menjalani eksekusi yaitu Hus, Maw, SR, dan DR dijatuhkan hukuman 25 kali hingga 28 kali cambuk karena memberikan fasilitas perjudian. Selain itu, KF dan PK dihukum 25 kali cambuk karena memberikan fasilitas perjudian yaitu judi lempar gelar. Terakhir, AS dan IR dihukum 25 kali cambuk karena menggelar permainan judi lempar kaleng susu.

"Jadi yang dicambuk hari ini 24 orang dengan total cambukan 620 kali. Satu terpidana atas nama Mar ditunda karena hamil," ungkap Azis.

Editor:TAM
Sumber:detik.com
Kategori:Aceh Besar, Hukum
wwwwww