Home > Berita > Umum

Panas Melanda, Debit Air Mulai Berkurang di Sejumlah Wilayah Abdya

Panas Melanda, Debit Air Mulai Berkurang di Sejumlah Wilayah Abdya
Air Krueng Susoh yang semakin menyusut, Kamis (15/6/2017). [T Musnizar]
Kamis, 15 Juni 2017 16:05 WIB
Penulis: T Musnizar

BLANG PIDIE – Cuca panas yang terus melanda Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) selama sepekan terakhir membuat debit air semakin berkurang. Sejumlah areal persawahan pun terancam kekeringan.

Pantaun GoAceh, Kamis (15/6/2017), sejumlah air sungai juga mulai terlihat berkurang, seperti Krueng Babahrot, Krueng Susoh, Krueng Suak, Krueng Tangan-Tangan, dan Krueng Baru serta sejumlah sungai lainnya terus mengalami penyusutan debit air.

Baca: Debit Air Sungai di Abdya Meninggi, Masyarakat Diimbau Waspada

loading...
Akibat penyusutan tersebut, sejumlah areal pertanian di beberapa titik dalam kabupaten setempat juga dilaporkan tertahan dalam penyuplaian air dikarenakan sejumlah anak sungai ikut mengalami penyusutan.

Salah seorang warga gampong Adan Kecamatan Tangan-Tangan, Umar, mengaku dalam dua hari terakhir dirinya terpaksa menumpang air dari sumur tertangga, dikarenakan sumur miliknya sudah semakin berkurang airnya.

Baca: Hujan Deras, Debit Air Krueng Aceh Tinggi

“Sebagian petani juga terpaksa bekerja ektra mencari air untuk persawahannya. Pelanggan sistem penyaluran air minum (SPAM) juga tak lagi dapat menikmati air karena suplainya dari sumber semakin berkurang,” jelas Umar.

Selain penyusutan air, lanjutnya, saat ini dikhawatirkan terjadi dampak buruk bagi kesehatan serta masalah lain jika cuaca panas tersebut terus bertahan.

“Kita hanya bisa berdoa semoga saja ada hikmahnya,” tuturnya.

Cuaca panas menyusul sengatan terik matahari pada siang hari mulai menimbulkan penyakit pada anak-anak, terutama flu, pilek dan batuk-batuk.

Banyak orangtua melarang anak-anaknya bermain di tempat terbuka pada siang hari.

Baca: Debit Air Tinggi, Abrasi Sungai Kluet di Aceh Selatan Meluas

Editor:Yudi
Kategori:Umum, Aceh Barat Daya
wwwwww