Oknum PLN Bireuen Dituding Memeras Pelanggan

Oknum PLN Bireuen Dituding Memeras Pelanggan
Pelanggan PLN, Putra Depusyah.
Kamis, 15 Juni 2017 00:21 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Oknum karyawan PT PLN Persero Rayon Bireuen, dituding telah melakukan dugaan percobaan memeras terhadap seorang pelanggan, karena dituduh telah melakukan pelanggaran, serta dikenakan denda Rp 10.614.801.
 
Menurut warga Gampong Pulo Ara Geudong Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen Putra Depusyah (41) kepada GoAceh, Rabu (14/6/2017) mengaku, indikasi pemerasan dilakukan oknum pegawai BUMN itu dialami oleh pelanggan PLN ID No 112200038751 atas nama Yusniar (29), yang tak lain adalah istrinya.
 
Dia dituduh mengotak-atik meteran listrik dan mencuri arus, agar beban biaya murah. Padahal dirinya tidak pernah merasa melakukan apa yang dituduhkan itu. "Saat itu, tim penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL) mendatangi kediamannya awal April lalu. Tim yang belakangan diketahui dari vendor PT Bimetal Elektrik ini, langsung membongkar meteran listrik secara spontan. Lalu memberitahu bahwa terjadi kerusakan, sehingga pelanggan harus mengurus penggantian meteran baru," katanya.
 
Lalu, tambah dia, pihaknya diminta mendatangi Kantor PLN Rayon Bireuen agar mendapatkan meteran listrik baru, saat itu aliran listrik tetap berjalan meski tanpa meteran. "Dengan tindakan ini, saya merasa keberatan atas tindakan yang dilakukan PLN," katanya.
 
Kendati demikian, Ia tetap mengikuti instruksi tim P2TL untuk berkoordinasi ke kantor PLN. Lalu Ia bertemu staf PT PLN Rayon Bireuen dan menuduh telah melakukan pelanggaran, serta dikenai denda Rp 10.614.801 akibat mengotak atik meteran dimaksud.
 
Menurut Putra Depusyah, staf PLN berinisial R dengan sinis meminta supaya pelanggan ini segera melunasi denda tersebut, dengan menyetor ke rekening PLN melalui BRI ataupun kantor Pos dan Giro terdekat.
 
"Ia sempat mengancam, jika tidak dilunasi, maka listrik tidak disambung lagi. Kami merasa ini suatu tindak pemerasan yang sistematis, karena saya tak pernah melakukan pelanggaran itu,” ujarnya.
 
Putra Depusyah juga mengaku, saat memintai bukti pelanggaran yang dituduhkan ke pihak kantor PLN Rayon Bireuen melalui R, dirinya bukan saja tidak mendapat respons tetapi bukti tersebut juga tak pernah diberikan.
 
Persoalan ini terjadi dan berlarut-larut, serta mengalami pemadaman listrik, akhirnya Putra Depusyah berinisiatif mendatangi Kantor PLN Area Lhokseumawe, guna mempertanyakan persoalan itu dan memintai bukti pelanggaran yang dituduhkan. 
 
Di PLN Area Lhokseumawe, Ia mengaku diterima oleh Supervisor P2TL bernama Alimuddin, saraya menyampaikan masalah yang dihadapinya. “Alhamdulillah Pak Alimuddin merespons dengan baik dan bersedia menelusuri permasalahan yang saya hadapi. Kondisi ini berbeda jauh dengan pelayanan oleh oknum PLN Bireuen yang terkesan pemaksaan, seolah-olah saya terbukti dan sah melakukan pelanggaran kelistrikan,” tukasnya.
 
Alimuddin memintai waktu seminggu guna mengkroscek masalah itu. Kemudian, diketahui bahwa telah terjadi kesalahan tehnis pada meteran listrik yang bukan disebabkan oleh tindakan pelanggan ini.
 
Terakhir, manajemen PT PLN Area Lhokseumawe, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan itu. Seraya meminta pelanggan ini menemui staf PLN Rayon Bireuen bernama Amar, untuk mengurus pemasangan kembali meteran listrik yang terlanjur dibongkar tanpa dikenai beban apapun.
 
“Akhirnya listrik di rumah kami dipasang kembali dan upaya oknum PLN, R yang ingin memeras saya, tidak tercapai setelah kami mendapatkan solusi sesuai fakta kebenaran,” terangnya.
 
Menajer PLN Rayon Bireuen Bantah Tudingan Terhadap Stafnya
 
Manajer PLN Rayon Bireuen Mulyadi membatah tudingan dan dugaan mencoba memeras seorang pelanggan. Dia mengaku tidak tahu menahu masalah tersebut, serta membantah keras jika ada pegawai PLN Bireuen yang dituduh melakukan pemerasan, karena biaya denda P2TL dibayarkan langsung ke rekening bank PT PLN Persero.
Ads
Editor:Zuamar
Kategori:Peristiwa, Aceh, Bireuen, Lhokseumawe
wwwwww