Home > Berita > Umum

Operasi P2TL, Empat Pelanggaran Ini Menjadi Fokus PLN

Operasi P2TL, Empat Pelanggaran Ini Menjadi Fokus PLN
Manajer PLN Rayon Kutacane, Muhammad Zulfitri, saat berfoto bersama tim khusus dan personel Kepolisian, sebelum melakukan penertiban, Selasa (13/6/2017). [Ist]
Rabu, 14 Juni 2017 00:54 WIB
Penulis: Dosaino
KUTACANE – PT PLN Rayon Kutacane melakukan operasi Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) secara besar-besaran. Tujuh tim khusus dilibatkan dalam oprasi ini, di samping di dampingi personel dari Polres Aceh Tenggara (Agara). Penertiban akan terus berlangsung secara terus menerus tanpa batas waktu.

 

“Sejak Senin 12 Juni 2017 kemarin, kami melakukan operasi penertiban pemakaian tenaga listrik secara besar-besaran. Setiap tim di dampingi personil dari Polres Aceh Tenggara," kata Manajer PLN Rayon Kutacane, Muhammad Zulfitri, Selasa (13/6/2017) melalui selulernya.

Dijelaskan, PLN sudah menjalin kerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, dengan MoU Nomor, 0020.Mou/REN.05.01/DIR/2017 dan Nomor, B/37/IV/2017, tentang penyelenggaraan pengamanan instalasi dan aset serta penegakan hukum di lingkungan kerja PT PLN.

Zulfitri menjelaskan, ada empat kategori pelanggaran yang akan ditertibkan PLN, masing-masing kategori P1 yakni, pelanggaran terhadap batas arus dengan mengganti MCB. P2 dengan mencurangi KWh meter sehingga tidak berputar.

Selanjutnya, P3 merupakan gabungan pelanggaran P1 dan P2 dan P4 yakni masyarakat yang tidak pernah menjadi pelanggan PLN tetapi di rumahnya terdapat aliran listrik dari PLN.

"Semua pelanggan yang ditemukan melanggar, lebih dulu harus menyelesaikan pembayaran denda atas pemakaian arus listrik ilegal selama ini. Setelah itu baru bisa menikmati lagi arus listrik ke rumahnya. Perhitungannya sudah ditentukan dan akan diinformasikan kepada pelanggan yang kedapatan dalam operasi P2TL ini," jelas Zulfitri.

Tim khusus P2TL juga akan menyisir seluruh pelanggan PLN tanpa terkecuali, mulai dari pelanggan rumah tangga, industri maupun pemerintah.

“Sebenarnya, selama ini pihak PLN Rayon Kutacane secara rutin melakukan penertiban terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh para pelanggan. Bahkan sejauh ini, sudah puluhan rumah tangga yang sudah kedapatan menggunakan listrik secara ilegal. Hanya saja, karena jumlah petugas yang terbatas, penertiban tidak bisa berjalan secara efektif, sehingga, penertiban kali ini kami melibatkan pihak ketiga dan aparat kepolisian agar penertiban bisa berlangsung maksimal,” kata Manajer PLN Rayon Kutacane itu.

Zulfitri juga menuturkan, penertiban yang dilakukan ini sebagai antisipasi dampak kebakaran akibat pencurian arus yang dilakukan masyarakat serta bertujuan menyelamatkan keuangan negara.

Sebab saat ini, jelasnya, di PT PLN Rayon Kutacane masih terdapat selisih, antara produksi daya listrik dengan penjualan kepada para pelanggan yang mencapai 19,99 persen.

“Kehilangan daya listrik mencapai 19,99 persen ini, tentu cukup besar dan sangat merugikan keuangan negara,” beber Zulfitri, sembari meminta peran serta masyarakat dalam penertiban ini, dengan cara melaporkan berbagai pelanggaran yang dilakukan di sekitar tempat tinggalnya atau di tempat lain. “Kami akan rahasiakan identitas pelapor," tegasnya.

Zulfitri juga mengimbau kepada seluruh pelanggan PLN yang selama ini melakukan pelanggaran alias pencurian arus listrik untuk segera menghentikan, sebab, jika nantinya kedapatan, selain diwajibkan membayar denda, pihaknya juga bisa melaporkan pelanggan ke pihak Kepolisian maupun ke Kejaksaan, karena perbuatan pencurian ini menyangkut Pidana.

Editor:Zuamar
Kategori:Umum, Aceh Tenggara
wwwwww