Sering Mogok dan Lambat

KMP Tanjung Burang Diusul tidak Beroperasi Lagi pada Penyeberangan Banda Aceh- Sabang

KMP Tanjung Burang Diusul tidak Beroperasi Lagi pada Penyeberangan Banda Aceh- Sabang
Anggota DPD RI, asal Aceh, Sudirman atau Haji Uma dalam rapat yang berlangsung di Aula Rapat Kementerian Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, di Jakarta, Rabu (14/06/2017). [Ist]
Rabu, 14 Juni 2017 23:59 WIB
Penulis: Bukhari
SABANG - Anggota DPD RI, asal Aceh, Sudirman atau Haji Uma meminta KMP Tanjung Burang untuk ditarik dan tidak mengangkut penumpang rute Banda Aceh-Sabang, karena kapal tersebut dinilai sudah tua dan tidak layak beroperasi lagi.Usulan itu disampaikan Haji Uma dalam rapat berssama Dirjend Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI, Ketua DPRK Sabang, Ketua DPRK Kota Banda Aceh, kepala Dishub Kota Sabang, Kapala Dishub Provinsi Aceh dan Perwakilan PT ASDP Aceh, berlangsung di Aula Rapat Kementerian Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI di Jakarta, Rabu (14/06/2017). 

Baca juga: KMP Tanjung Burang dari Sabang Sempat Berputar-putar di Tengah Laut

loading...
Haji Uma yang dihubungi GoAceh mengatakan, bahwa KMP Tanjung Burang sudah tidak layak lagi beroperasi di perairan penyeberangan Banda Aceh-Sabang, pasalnya kapal tersebut sudah beroperasi lebih dari 20 tahun dan sering mogok-mogok di tengah laut, serta beberapa kali harus ditarik oleh tim SAR ke daratan.

Selain itu, untuk menempuh perjalanan dari Kota Banda Aceh ke Sabang butuh 4 jam perjalanan. Seharusnya bisa ditempuh 90 menit atau 1,5 jam.

"Kita tidak ingin peristiwa karamnya kapal gurita tahun 1996 terulang kembali akibat lambatnya respons dari Kementerian Perhubungan, jika nantinya terjadi musibah siapa yang akan bertanggung jawab," ungkap Haji Uma.

Dijelaskan, sebelumnya Pemerintah Aceh sudah berulang kali menyurati Kementerian Perhubungan, namun tidak ada tindak lanjut yang jelas. Baru kali ini pihak Kementerian Perhubungan bersedia dialog langsung.

Selain itu, Haji Uma juga menjelaskan, Sabang merupakan destinasi wisata nasional, namun terkait transportasi dinilai masih sangat kurang. Kapal lambat sangat dibutuhkan masyarakat Sabang untuk mengangkut semua kebutuhan masyarakat di sana, Kementerian Perhubungan diharapkan segera menindaklanjuti hasil rapat hari ini dengan mengganti kapal motor penumpang yang lebih layak.
 
Dalam rapat tersebut PT. ASDP berjanji akan segera menindak lanjutinya mengingat transportasi penyeberangan merupakan kebutuhan utama masyarakat Sabang, apalagi tidak lama lagi masyarakat akan menyambut hari raya Idul Fitri. 
 
Ketua DPRK Kota Banda Aceh, Arif Fadillah dan Ketua DPRK Sabang Muhammad Nasir dalam rapat tersebut juga menyerukan hal senada, yaitu mempercepat kehadiran armada angkut baru.
 
 
Selain KMP Tanjung Burang, Pemerintah Aceh memiliki KM BRR, itupun sedang bermasalah. Sedangkan penumpang pada saat lebaran dapat dipastikan akan melonjak yang diperkirakan mencapai 6.000 orang perhari. Sementara jika hanya mengandalkan kapal cepat, hanya mampu mengangkut 600 orang perhari.
Editor:Zuamar
Kategori:Pemerintahan, Aceh, Banda Aceh, Sabang
wwwwww