Home > Berita > Umum

Kasus Pencurian, Penipuan dan Lakalantas di Aceh Menurun

Kasus Pencurian, Penipuan dan Lakalantas di Aceh Menurun
Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Bambang Soetjahjo (tengah), seusai membuka rakor lintas sektoral pengamanan Idul Fitri 1438 H di Mapolda Aceh, Selasa (13/6/2017). [Hafiz Erzansyah]
Rabu, 14 Juni 2017 08:06 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - ‎Dari evaluasi data dua tahun terakhir dalam pelaksanaan Operasi Ramadhaniya Rencong 2015 dan 2016, data kasus kriminal menonjol seperti curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan) dan penipuan, terjadi penurunan sebesar 12 persen. Dari jumlah 17 kasus pada 2015, turun menjadi 2 kasus pada 2016.

Hal ini dikatakan‎ Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Wakapolda, Brigjen Pol Bambang Soetjahjo, saat membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pengamanan Idul Fitri 1438 Hijriah, di Aula Machdum Sakti, Mapolda Aceh, Banda Aceh, Selasa (13/6/2017).

"Jumlah kasus curanmor di Aceh masih ‎sama, yakni 20 kasus di tahun 2015 dan 20 kasus di tahun 2016. Kemudian, jumlah kasus kecalakaan lalu lintas tercatat menurun sebesar 9 persen dari 96 kasus di tahun 2015 menjadi 86 kasus pada 2016," ungkap Jenderal Bintang Satu ini.

Jumlah korban meninggal dunia, sambungnya, juga mengalami penurunan hingga 33 persen dari 36 orang korban pada tahun 2015, menjadi 24 orang korban pada tahun 2016.‎ "Sedangkan korban luka berat naik sebesar 26 persen dari 45 orang korban pada 2015, menjadi 57 orang korban pada 2016," kata Wakapolda.
 
Berdasarkan data tersebut, dalam pelaksanaan Operasi Ramadhaniya Rencong 2017, pihaknya akan memfokuskan perhatian dan antisipasi pada peningkatan angka kriminalitas, kecelakaan, serta pelanggaran lalu lintas di jalan raya. 
 
"‎Namun, potensi gangguan lain yang tidak kalah penting juga harus terus kita waspadai, seperi ancaman terorisme, peredaran narkotika dan potensi konflik sosial lainnya," tambah Brigjen Pol Bambang Soetjahjo. 
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum, Aceh, Banda Aceh
wwwwww