Feature

Mengintip Proses Pembuatan Lemang Agar Lebih Gurih

Mengintip Proses Pembuatan Lemang Agar Lebih Gurih
Tarmizi, pembuat Lemang asal Gampong Blang Rhem, Jeumpa, Bireuen. [Joniful Bahri]
Selasa, 13 Juni 2017 16:18 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN - Di bulan Ramadan ini, tanpa sajian makanan khas, Lemang, rasanya sedikit hambar bagi sebagian warga di Aceh. Memang, Lemang bukanlah salah satu hidangan utama di antara sederetan makanan dan minuman lainnya yang wajib disantap saat berbuka bersama keluarga.

Tapi makanan ini, merupakan jenis kuliner favorit bagi semua warga, termasuk masyarakat Aceh. Sebab, penganan yang diramu dari beras ketan hitam dan putih ini memiliki cita rasa gurih dan segar.

Baca: Anda Ingin Buat Lemang, Begini Caranya

loading...
Membuat adonan Lemang hingga bisa disajikan dengan rasa gurih dan enak di lidah, butuh tangan-tangan ahli untuk meraciknya. 

Tentu tidak semua orang pandai melakukannya hingga benar-benar bisa disajikan dengan sempurna.

Pada umumnya, Lemang ini menggunakan bambu yang dijadikan sebagai wadah untuk menampung adonan berupa beras ketan, santan, irisan bawang merah, garam serta daun pandan wangi.

"Untuk melezatkan, tak jarang adonan lemang ini ditambah dengan berbagai aroma, baik sele atau durian, lalu disayat atau dipotong  tipis," kata seorang warga yang menggeluti usaha pembuatan Lemang di Gampong Blang Rhem, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Tarmizi kepada GoAceh, Senin (12/6/2017).

Adonan Lemang ini ditampung dalam talang (bambu) yang sudah tua dan dipanggang dengan cara ditegakkan agar Lemang masak lebih matang.

Untuk menutupi adonan Lemang, bagian dalam talang tersebut dilapisi pucuk daun pisang muda yang telah disediakan untuk membalut  Lemang saat pembakaran.

Adonan tersebut kemudian disiram dengan santan yang telah ditaburi berbagai bumbu.

Proses pembakaran dengan kayu bakar berlangsung selama dua jam lebih hingga talang yang dilapisi pucuk daun pisang muda tadi masak secara merata.

Proses pembuatan yang dilakukan sejak jam tujuh pagi itu, hingga proses pembakaran hingga pukul satu siang, melibatkan empat pekerja, dua di antaranya sebagai pengukur kelapa hingga penyaringan santan.

Baca: Berkah Ramadan, Penjual Lemang Bambu Raup Untung Jutaan Rupiah

"Proses pembuatan Lemang cukup menyita waktu. Awalnya, beras ketan yang telah dibersihkan dan dicuci, direndam dan setelah terlihat lunak, beras ketan tersebut dikeringkan dan diaduk santan murni serta bawang merah, jera manis serta daun pandan," beber Tarmizi. 

Lanjutnya, adonan lemang yang telah diaduk sedemikian rupa tersebut dipanggang dengan api sabut kelapa. 

Pemanggangan ini bisa berlangsung hingga setengah hari dan butuh kesabaran. Sebab, bila apinya besar, Lemang akan menjadi rusak dan tak bisa dimanfaatkan.

Lemang Aceh merupakan salah satu kuliner khas yang harus terus dilestarikan, jangan sampai makanan ini punah digilas roda zaman.

Baca: Makanan Khas Aceh "Lemang" Sajian Lezat Saat Berbuka

Editor:Yudi
Kategori:Bireuen, Umum
wwwwww