Dihina dengan Kata-kata Monyet dan Manusia Hitam, Natalius Pigai: Semoga Tuhan Ampuni Mereka

Dihina dengan Kata-kata Monyet dan Manusia Hitam, Natalius Pigai: Semoga Tuhan Ampuni Mereka
Cuitan Natalius Pigai di facebooknya. (istimewa)
Selasa, 13 Juni 2017 01:22 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Usai resmi dimintai untuk mengusut kasus makar dan kriminalisasi ulama, Komisioner Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai ternyata kerap mendapat caci maki oleh netizen di dunia maya. Bahkan cacian itu sudah sangat rasis dan diambang batas.

Mirisnya, orang yang menghina seringkali mencibir fisiknya lantaran berkulit hitam. Tak jarang, mereka menyamakan pria kelahiran Papua ini mirip dengan hewan di kebun binatang seperti kata-kata monyet.

"Di negeri ini para pemimpin mencari kesalahan saya, rakyatnya mencari kelemahan fisik. Hitam, jelek, pendek, muka setan," tulis Pigai di laman Facebooknya, Senin (12/6/2017).

loading...
Bahkan dalam pesan singkatnya yang ditujukan ke redaksi GoNews.co, pada Senin (12/6/2017) malam, Natalius Pigai memberikan catatan. Bukan hanya satu akun, namun lebih dari 700 netizen yang menghina dirinya baik di facebook maupun twiter.

"Saya tidak mengerti, kenapa mereka begitu membenci saya. Semua yang saya kerjakan murni tulus untuk negara dan siapapun yang datang ke Komnas HAM untuk mencari keadilan tidak pernah kami tolak," paparnya.

Namun kata Pigai, meski sering dibully, dicaci dan dimaki dengan kata-kata kotor, disamakan sama binatang, dirinya tidak perlu membalas balik di medsos. "Saya memang hitam, dan itu bukan kehendak saya. Itu anugerah dari tuhan, saya mendoakan orang-orang yang menghina bisa diampuni oleh Tuhan," tuturnya.

Bahkan Pigai juga menuliskan kata-kata doa buat para penghujatnya di media sosial. "Tuhan, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Kalau saja Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria berkehendak saya pulang kampung memimpin Papua, kalian telah menyatakan tidak cocok hidup dengan saya yang hitam ini," tulis Pigai.

Bahkan kata Pigai, dirinya yang merupakan penganut Katolik, tidak pernah menghujat umat agama lain. Justru ketika para alumni 212 meminta perlindungan, iapun bergerak tanpa memandang suku, ras dan agama.

"Agama apapun di dunia tak pernah mengajarkan rasisme, yang salah ya salah, yang benar harus dibela," pungkasnya. ***
wwwwww