Pedagang Petasan Bisa Dijerat UU Darurat Hukuman 20 Tahun

Pedagang Petasan Bisa Dijerat UU Darurat Hukuman 20 Tahun
Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Raja Gunawan.
Senin, 12 Juni 2017 00:09 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

BANDA ACEH - ‎Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin melalui Kasat Reskrim, Kompol Raja Gunawan mengimbau para pedagang petasan atau mercon kepada masyarakat, karena apabila ditemukan nantinya para pedagang dapat dikenakan sanksi. Hal ini dikatakannya saat ditemui di Mapolresta Banda Aceh, Minggu (11/6/2017) sore.

"Pedagang petasan bisa dijerat UU Darurat, sebagaimana yang dimaksud pada Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Bahan Peledak, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," ujarnya.
 
‎Ia menjelaskan, para pelaku dijerat dengan pasal tersebut dikarenakan petasan atau mercon tersebut diolah dan berbahan baku bahan peledak, sehingga penggunaannya dapat membahayakan orang lain. "‎Kalau pedagang hanya menjual kembang api, yang tidak menimbulkan suara besar dan berbahaya atau berdaya ledak tinggi, tidak kena sanksi pidana, kecuali petasan, langsung kita tangkap," jelas Kasat Reskrim.
 
‎Kemudian, pembakar petasan juga dapat dikenakan sanksi pidana, sesuai dalam Pasal 187 KUHP, yang juga diancam dengan hukuman kurungan 20 tahun penjara dan minimal 15 tahun penjara. "Kita tidak main-main, jika kedapatan langsung akan kita tangkap," tambah Kompol Raja Gunawan.
 
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Hukrim, Aceh, Banda Aceh
wwwwww