PB Percasi Ingin Cetak Grand Master

PB Percasi Ingin Cetak Grand Master
Foto: Azhari Nasution/GoNews.co
Minggu, 11 Juni 2017 18:22 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) akan menggelar Kejuaraan Nasional Catur ke-46 dan Musyawarah Nasional (Munas) XXVIII 2017 di Grand Cempaka Resort, Cipayung, Bogor, Jawa Barat, 16-22 Juli mendatang.

Pelaksanaan Munas sendiri dengan agenda pemilihan Ketua Umum PB Percasi masa bakti 2017-2021 akan berlangsung pada 17-18 Juli 2017.

Melalui dua hajat penting yang mengusung tema 'Bangkit Catur Indonesia' tersebut, PB Percasi bertekad mencetak Grand Master kelas dunia yang mampu bersaing di pentas catur internasional.

loading...
"Kita punya potensi yang dahsyat di catur. Hanya saja selama ini belum digarap maksimal. Tetapi, kita kalah bersaing dengan negara-negara yang dulunya di bawah kita. Misalnya saja dari India dan China. Waktu 1986 saya meraih gelar GM, kedua negara tersebut belum memiliki satu pun pemain bergelar GM. Tetapi sekarang India sudah punya 48 GM kemudian China mungkin punya 30 GM. Sementara kita baru punya tujuh pemain GM, beberapa di antaranya sudah wafat," kata Utut.

"Karena itu, kami akan bekerja keras untuk bisa mencetak GM kelas dunia. Kalau di tenis, sekelas Rafael Nadal, mampu juara di turnamen Grand Slam yang merupakan turnamen paling bergengsi di tenis," imbuhnya.

Menurut Utut, Indonesia tidak pernah kekurangan pemain-pemain berbakat. Sekarang saja, ada beberapa pemain muda potensial yang mulai mampu berbicara di ajang catur internasional. Sebut saja Fide Master (FM) Novendra Priasmoro yang berhasil menjadi juara di Kejuaraan Catur Yunior Asia, awal bulan lalu.

Selain sukses meraih gelar juara, dalam event tersebut Novendra langsung meraih gelar Master Internasional sekaligus norma GM pertama. Ada juga MI Sean Winshand yang juga sudah meraih norma GM pertama. Kemudian ada FM Yoseph Taher, FM Jody Azarya dan MI Arif Abdul Hafiz.

Untuk memuluskan misi tersebut, sambung Utut, pihaknya juga akan berupaya untuk rutin mengirimkan para pecatur binaannya mengikuti event di luar negeri. Memperkuat pelatihan dengan cara perekrutan pelatih-pelatih dari daerah.

Tak hanya sebatas itu, PB Percasi dalam waktu dekat akan memutar Liga Catur yang diikuti oleh klub-klub catur se-Indonesia. "Seperti di bola. Pemain akan keliling dan mendapat gaji bulanan. Di daerah-daerah seperti di Sumut kan pasti ada klub catur, begitu juga dengan di Sumsel dan Kalteng. Idealnya pertama ini ada 12 klub pesertanya," jelas Utut.

Kejurnas

Ketua Penyelenggara Kejurnas Catur ke-46, Willy M Yosef memastikan kejurnas kali ini akan beda karena dipersiapkan dengan baik. Salah satunya adalah mekanisme pendaftaran peserta. Dimana hanya Pengprov yang berhak mendaftarkan.

"Sekarang pendaftaran peserta secara online. Jadi yang mendaftarkan hanya Pengprov. Kita ingin mengikuti perkembangan teknologi informasi. Mengacu pada penyelenggaraan Olimpiade Catur ke-42/2016 di Baku, Azerbaijan. Kita harapkan seluruh Pengprov mengirimkan atletnya dalam kejurnas kali ini," ujar Willy yang merupakan 'wajah baru' di PB Percasi.

Ketika ditanyakan jumlah hadiah yang diperebutkan, Willy menyebut total Rp150 juta.

Di kesempatan yang sama, Ketua Panpel Munas PB Percasi XXVIII, Hendry Hendratno sejauh ini baru ada satu calon yang sudah mendaftarkan diri maju dalam Munas yaitu GM Utut Adianto.

"Baru satu calon. Sesuai AD/ART batas waktu untuk mengajukan pencalonan 30 hari sebelum Munas. Jadi pendaftaran untuk bakal calon Ketum PB Percasi 2017-2021 baru akan ditutup pada 16 Juni mendatang," pungkasnya. ***
Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Pemerintahan, Olahraga
wwwwww