Home > Berita > Umum

Asap Pembakaran Limbah Sawit Ganggu Warga, Anggota Dewan Diminta Bertindak

Asap Pembakaran Limbah Sawit Ganggu Warga, Anggota Dewan Diminta Bertindak
Ilustrasi
Minggu, 11 Juni 2017 15:35 WIB
Penulis: Arif

SUKA MAKMUE - Sudah beberapa minggu ini, asap limbah janjangan kosong dari pabrik kelapa sawit (PKS) PT Sawit Nagan Raya Makmur yang berlokasi di Dusun Gagak, Gampong Lamie, Kecamatan Darul Makmur, menarik perhatian berbagai kalangan. Soalnya, keberadaan asap tersebut sangat mengganggu aktivitas warga.

Seperti yang diutarakan Ishani, mahasiswa pascasarjana yang tengah menimba ilmu di Banda Aceh ini meminta, kepada Pemerintah Kabupaten Nagan Raya agar secepatnya menyelesaikan persoalan Amdal yang ada pada PKS di kawasan tersebut.

Menurutnya, sampai hari ini persoalan tersebut tidak direspon dan ditindaklanjuti oleh Pemkab Nagan Raya. 

loading...
Pembakaran janjangan kosong tersebut diduga sengaja dilakukan oleh pihak pabrik, mengingat hampir setiap pagi, para karyawan mengumpulkan abu yang dihasilkan dari pembakaran tersebut ke dalam karung untuk dijual sebagai pupuk.

Ishani menilai, jika persoalan ini terus didiamkan dan tidak pernah ada teguran oleh pemerintah setempat, maka persoalan tersebut akan semakin besar dan berkelanjutan.

Menurutnya, masyarakat di kawasan tersebut sangat resah, apalagi yang tinggal di Dusun Gagak, setiap hari menghirup udara yang tercemar sehingga bisa menjadi penyakit bagi masyarakat.

"Pada dasarnya kita mendukung investor (PKS) untuk menanamkan modal di daerah tersebut, tetapi jangan sampai membuat resah dan menggangu ketenteraman masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika hal ini tidak juga ditindak lanjuti oleh Bupati Nagan Raya, maka pihaknya yang tergabung dalam Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Nagan Raya, akan melaporkan persoalan itu hingga ke provinsi, Gubernur Aceh dan DPRA.

“Kepada  DPRK, DPRA selaku wakil rakyat dan LSM Walhi sebagai lembaga yang mengurus persoalan lingkungan, untuk meninjau perusahaan yang nakal, apakah Amdalnya sudah sesuai undang undang atau belum,” ucap Ishani.

Sementara Pimpinan PT Sawit Nagan Raya Makmur, Leni, ketika hendak dimintai konfirmasi tidak menjawab panggilan telepon, bahkan sms yang dikirim juga belum dibalas.

Editor:Yudi
Kategori:Umum, Nagan Raya
wwwwww