Janda Ini Terpaksa Jual Kangkung Untuk Menghidupi 4 Anaknya

Janda Ini Terpaksa Jual Kangkung Untuk Menghidupi 4 Anaknya
Halimah bersama empat anaknya saat berada di depan rumah miliknya, Jumat (9/6/2017). [Jamaluddin Idris].
Sabtu, 10 Juni 2017 00:43 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
LHOKSUKON - Halimah (55) terpaksa harus menjadi penjual kangkung demi untuk menghidupi empat orang anaknya. Janda ini berdomisili di Gampong Tanjoeng Beureunyoeng, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara.Pascasuaminya (almarhum M Amin) meninggal dunia pada April lalu karena penyakit jantung, Ibu Halimah terpaksa harus menanggung beban hidup sebagai tulang punggung keluarga.

Saban hari, ia harus memilih bekerja keras memetik daun kangkung untuk dijual ke pasar Keude Paya Bakong. Dari hasil jualan daun kangkung itu, Ibu Halimah hari-hari hanya mampu meraup untung sekitar Rp30 ribu.

loading...
"Kangkung itu saya petik di sungai mati desa ini, lalu saya jual dapat Rp30 ribu per hari," kata Halimah saat ditemui GoAceh, Jumat (9/6/2017).

Ads
Saat ditemui GoAceh, Halimah beserta empat anaknya? tampak terkulai lesu. Rumah berkontruksi papan dan beratap rumbia yang berukuran 3x4 meter persegi itu merupakan istana megah baginya.

Bola mata Halimah tampak berkaca-kaca saat menceritakan kondisi suaminya yang diserang penyakit jantung bernanah hingga menghembus nafas terakhir di rumahnya setelah dibawa pulang berobat dari RS PMI Lhokseumawe.

"Mau tak mau saya harus tabah dan tegar dalam menghidupi anak-anak saya. Beginilah kondisi saya saat ini," ucapnya yang didampingi Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aceh Utara, T Muhammad Isa.

"Kami turut prihatin dengan kondisi ibu Halimah ini. Mudah-mudahan segera mendapat kehidupan yang layak," kata T Muhammad Isa saat berkunjung ke rumah Halimah.

TM Isa mengatakan, keempat anak Halimah itu tidak bersekolah karena keterbatasan biaya yang dimiliki. Jangankan untuk menyekolahkan anaknya, untuk memenuhi kebutuhan hari-hari saja tidak mudah.

"Yang sedih lagi, tanah yang didirikan rumah ibu Halimah ini dalam sengketa. Baru-baru ini ada surat dari pengadilan. Tanah itu setahu saya sudah dibeli oleh desa. Sebelumnya tanah itu milik warga desa ini juga, namun sudah berpindah ke desa lain," sebut TM Isa.

TM Isa mengaku tidak tahu persis mengenai seluk beluk persoalan tanah sengketa itu. Namun ia hanya berharap kepada pemerintah daerah agar memperhatikan kondisi Halimah.

"Kita berharap pemerintah segera mencari solusi. Setidaknya ibu Halimah ini mendapat bantuan rumah dari pemerintah. Itu yang kita harapkan," tutur TM Isa.

Kategori:Aceh Utara, Umum
wwwwww