Selain Waria, Polisi Temukan Hal Mengejutkan Saat Razia Penyakit Masyarakat di Banda Aceh

Selain Waria, Polisi Temukan Hal Mengejutkan Saat Razia Penyakit Masyarakat di Banda Aceh
Polisi lakukan razia penyakit masyarakat dan berhasil mengamankan anak punk dan waria di Banda Aceh, Kamis (8/6/2017) dini hari. [Ist]
Jum'at, 09 Juni 2017 02:18 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - Polisi Sektor Kuta Alam mengamankan tiga orang anak punk, dua waria dan seorang pria yang diduga sebagai germo, di kawasan Peunayong dan Terminal Kuta Alam, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, sekitar pukul 02.00 WIB, Kamis (8/6/2017).
 
Wakapolresta Banda Aceh, AKBP Armaini mengatakan, anak punk dan waria itu diamankan saat petugas sedang melakukan patroli dalam rangka razia penyakit masyarakat (Pekat) di bulan suci Ramadan.
 
"Saat petugas berpatroli, ditemukan anak punk yang sedang mangkal dan berkumpul bersama teman-temannya. Namun, kita tidak temukan mereka menggunakan narkoba atau lainnya," ujar mantan Kapolres Karimun ini.
 
Razia Pekat yang dilakukan ini meninindaklanjuti laporan masyarakat dan hasil pertemuan dengan sejumlah organisasi masyarakat serta pemuda di sejumlah gampong, agar polisi bisa memberantas maksiat di Kota Banda Aceh, terutama di bulan Ramadan.
 
"Ini kita lakukan atas laporan masyarakat agar maksiat bisa diberantas selama Ramadan di Kota Banda Aceh," kata Armaini.
 
Sementara itu, Kapolsek Kuta Alam, AKP Syukrif Panigoro yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, selain waria dan anak punk, pihaknya juga mengamankan satu orang yang diduga sebagai germo, menjual istrinya sendiri ke pria hidung belang.
 
"Dari razia itu, petugas juga menemukan barang bukti berupa kondom yang didapati dari salah satu pria yang kita amankan itu," ungkapnya.
 
Mereka yang terjaring razia Pekat ini, sambungnya, langsung diserahkan ke Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, sementara tiga orang anak punk diamankan di Mapolsek Kuta Alam.
 
"Anak punk akan kita lakukan pembinaan di Mapolsek selama seminggu agar mereka bisa berubah. Pembinaan yang kita lakukan seperti ‎arahan dan sosialisasi dari Wakapolresta Banda Aceh, cukur rambut, membersihkan diri, salat berjamaah, siraman rohani hingga berbelanja baju koko di Pasar Aceh," jelasnya.
Editor:Zuamar
Kategori:Peristiwa, Banda Aceh
wwwwww