Begini Cara Memajukan Bidang Pertanian di Aceh Menurut KMPP

Begini Cara Memajukan Bidang Pertanian di Aceh Menurut KMPP
Ketua KMPP, Maulida Ariandi S.
Jum'at, 09 Juni 2017 23:52 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - Provinsi Aceh dinilai memiliki potensi pertanian terbaik di dunia. Tiga jenis komoditi pertanian dianggap memiliki prospek paling bagus. Ada tiga komoditi pangan yang menjadi pokok perhatian dunia pertanian yakni padi, jagung dan kedelai sesuai dengan sasaran pembangunan nasional.
 
Hal ini dikatakan Ketua Kaukus Mahasiswa Peduli Pertanian (KMPP), Maulida Ariandi S, kepada GoAceh, Jumat (9/6/2017) sore. ‎"Dalam pengembangannya, masyarakat masih mengembangkan secara tradisional. Imbasnya, hasil produksi belum begitu maksimal dan memuaskan, hingga membuat semangat para petani cenderung menurun dalam memelihara ketiga komoditi unggulan ini," ujarnya.
 
Maulida meminta pemerintah Aceh agar memberikan perhatian yang serius dan khusus dalam menjamin kemudahan perlengkapan, perlindungan dan keamanan pangan terhadap masyarakat petani Aceh. 

"Memang kita melihat adanya penyediaan stok pangan oleh Pemerintah Aceh di setiap tahunnya. Bantuan pangan dan benih diharapkan menjadi momentum kebangkitan dunia pertanian di Aceh," katanya.
 
Menurutnya, upaya pemerintah dalam membantu para petani dalam bentuk hibah bibit, pupuk dan alsintan, menjadi semangat tersendiri bagi petani dalam melakukan upaya perbaikan di tengah persiapan swasembada pangan seperti yang pernah terjadi di era kepemimpinan Soeharto.‎ 

"Dilihat dari kondisi Aceh pascakonflik dan tsunami, telah jauh berubah dalam berbagai aspek. Apalagi pascadiberikan dana otsus, Aceh mulai mencoba berdikari dalam semua sektor," tutur Maulida.
 
Bidang pertanian juga memiliki celah masalah yang harus diperhatikan secara khusus oleh pemerintah Aceh, yaitu pengelolaan saluran air irigasi yang baik guna memudahkan petani dalam memproduksi pangan. Ia menyebutkan‎, persoalan fundamental dalam membangun pertanian di Aceh adalah dengan memperbaiki irigasi.
 
 
Ads
Editor:Zuamar
Kategori:Ekonomi, Aceh, Banda Aceh
wwwwww