Home > Berita > Umum

Teungku Adek: Kasus Pembacokan Keuchik Jangan Terulang Lagi

Teungku Adek: Kasus Pembacokan Keuchik Jangan Terulang Lagi
Ilustrasi.
Kamis, 08 Juni 2017 03:18 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
LHOKSUKON - DPRK Aceh Utara menyayangkan adanya peristiwa pembacokan keuchik akibat persoalan jerih aparatur gampong. Korban pembacokan adalah Keuchik Gampong Tanjoeng Geulumpang, Kecamatan Baktiya, Samaun Yusuf.

"Kita sangat menyayangkan peristiwa itu bisa terjadi. Apalagi itu menyangkut persoalan jerih aparatur gampong," kata Ketua Komisi D, DPRK Aceh Utara, Mawardi alias Teungku Adek menanggapi kasus pembacokan keuchik.

Dikatakan, setiap ada persoalan baik itu bersifat internal gampong, harusnya diselesaikan dengan kepala dingin, seperti musyawarah mufakat.

loading...
"Kita sayangkan karena yang ini kita lihat kejadiannya melibatkan aparatur gampong. Seharusnya ada solusi lain, tidak harus memilih cara kekerasan," ucapnya lagi.

Teungku Adek berharap kasus semacam itu tidak terulang di masa yang akan datang. Kepada pemerintah daerah, ia juga berharap agar terus meningkatkan sosialisasi kepada pemerintah desa menyangkut persoalan gampong, khususnya mengenai dana desa.

"Kita sekarang memaklumi mungkin itu bisa saja terjadi akibat kurangnya SDM desa. Maka untuk itulah kita berharap pemerintah daerah meningkatkan sosialisasi ke desa," ujarnya.

Seperti disampaikan Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kapolsek Baktiya, Iptu Suparyo sebelumnya, pelaku pembacokan, Abdullah, selaku Ketua Tuha Peut Gampong Tanjoeng Geulumpang diamankan setelah korban membuat laporan ke Polsek.

Dijelaskan, kejadian bermula saat pelaku cekcok dengan korban terkait jerih aparat Gampong pada Jumat (2/6/2017) lalu. Kala itu korban hendak memberikan uang jerih aparat desa kepada pelaku.

"Korban baru pulang ambil uang jerih. Lalu menemui tersangka dan mengatakan bahwa uangnya sudah ada. Korban meminta pelaku harus mengambil di rumah lantaran ada hal yang harus ditandatangani," kata Iptu Suparyo, Jumat (2/6/2017) lalu.

Lalu, kata Suparyo, pelaku mendatangi kediaman Bendahara Gampong, Mardani untuk menanyakan perihal jerih yang belum diantar kepada dirinya. Waktu itu, kata dia lagi, bendahara gampong mengaku tidak ada uang yang diserahkan oleh korban kepada dirinya.

"Kemudian pelaku menjumpai korban. Di sana, terjadilah adu mulut. Kemudian secara seketika pelaku langsung membacok korban di bagian kepala," ucap Suparyo.

Korban kemudian mendatangi Puskesmas Baktiya untuk mendapat perawatan dan visum dokter. Selanjutnya barulah membuat laporan ke Polsek setempat.

"Untuk saat ini, tersangka dan barang bukti sudah kita amankan ke Polsek. Tersangka kita jemput setelah mendapat kabar dari korban," kata Suparyo.
Kategori:Umum, Aceh Utara
wwwwww