Home > Berita > Umum

Permintaan Timun Suri Selama Ramadan di Bireuen Meningkat

Permintaan Timun Suri Selama Ramadan di Bireuen Meningkat
Pedagang timun suri bertransaksi dengan pembeli di kota Bireuen, Rabu (7/6/2017). [Joniful Bahri]
Kamis, 08 Juni 2017 10:06 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Selama memasuki bulan puasa Ramadan, permintaan timun suri di sejumlah pasar kecamatan dalam Kabupaten Bireuen meningkat tajam.
Menurut seorang pedagang timun suri asal Gampong Cot Geuleumpang, Kecamatan Kuala, Bireuen, M Ali kepada GoAceh, Rabu (7/6/2017) mengaku, timun suri ini diambil langsung dari petani di kawasan Cot Batee dan Simpang Kameng, Peusangan dan kembali dipasarkan ke kota Bireuen.
 
"Satu hari bisa laku 20 sampai 30 buah dengan harga jual mulai Rp8 ribu hingga Rp15 ribu per buah,” ujarnya.
 
Menurut M Ali, selama ini yang banyak menanam buah timun suri itu kawasan Bireuen itu di pedalaman Simpang Kameng, Peusangan serta Kutablang.
 
Ditambahkannya, kalau di bulan Ramadan, timun suri sudah menjadi ciri khas tersendiri bagi masyarakat. Sebab timun ini hanya tersedia pada bulan puasa Ramadan, kendati di bulan lain tetap ada, tapi sangat jarang disukai masyarakat.
 
“Timun suri ini kalau diolah dan diramu dengan tambahan makanan lainya, rasanya lebih enak, apalagi kalau dengan pulut ketan, rasanya lebih nikmat lagi,” terangnya.
 
Timun suri memang menjadi andalan selain kurma dan buah lainnya. Timun yang dikemas dalam pelepah pisang memang terbilang buah yang dinilai lunak. 
 
"Selain rasanya yang segar juga sangat cocok untuk minuman saat menu berbuka," ujar pedagang lainnya, Zainal Abidin.
 
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum, Bireuen
wwwwww