Home > Berita > Umum

Nelayan Aceh Utara Masih Khawatir Maraknya Pukat Harimau

Nelayan Aceh Utara Masih Khawatir Maraknya Pukat Harimau
Ilustrasi.
Kamis, 08 Juni 2017 08:51 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
LHOKSUKON - Panglima Laot Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Didi Darmadi, mengatakan, nelayan di kawasan itu hingga saat ini masih khawatir maraknya pencurian ikan di laut menggunakan pukat harimau.

Kata Didi, untuk meminimalisir kasus tersebut, pemerintah harus segera membuat sebuah wadah pengamanan di laut agar biota laut tetap terjaga. Hal itu menurutnya sangat penting dilakukan untuk menjaga kelestarian biota laut.

"Kita berharap pemerintah meningkatkan keamanan di laut. Misalnya menyediakan boat khusus untuk memantau perbatasan laut agar nelayan luar daerah tidak bisa mencari ikan di wilayah lain, apalagi menggunakan pukat harimau," kata Didi, Kamis (8/6/2017).

loading...
Didi juga menambahkan, sejauh ini, kasus pencurian ikan menggunakan pukat harimau masih marak terjadi. Meski benih ikan semakin musnah, para nelayan di kawasan itu hanya mampu mengimbau kepada nelayan luar daerah agar tidak lagi menggunakan pukat harimau.

Ads
M Yusuf, salah seorang nelayan di pesisir Dewantara kepada GoAceh mengatakan, akibat maraknya pukat harimau, selain benih ikan musnah juga beberapa karang dan jaring ikan nelayan rusak.

"Nelayan luar daerah yang menggunakan pukat harimau beraksi pada malam hari di atas pukul 00.00 WIB. Paginya kita baru tahu ada pukat harimau yang melintas," ucap M Yusuf.
Kategori:Umum, Aceh Utara
wwwwww