Home > Berita > Umum

Hasil Temuan Pansus DPRA, Irigasi Seuke Pulot Peusangan Janggal

Hasil Temuan Pansus DPRA, Irigasi Seuke Pulot Peusangan Janggal
Hasil temuan Tim Pansus DPRA, pembangunan proyek bendungan irigasi Seuke Pulot, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen dinilai janggal, Rabu (7/6/2017). [Dok-Joniful Bahri]
Kamis, 08 Juni 2017 08:05 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN - Hasil temuan Tim Pansus DPR Aceh daerah pemilihan (dapil) III, pembangunan proyek bendungan irigasi Seuke Pulot di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, janggal.

Hal itu dikatakan Ketua Tim Pansus DPRA dapil III, Murdani Yusuf yang didampingi sejumlah rekannya kepada wartawan di Bireuen, Rabu (7/6/2017).
 
Menurut Murdani, saat meninjau ke lokasi, Ia mengaku kecewa karena pembangunan bendungan irigasi Seuke Pulot yang digagas oleh Irwandi Yusuf ketika menjabat Gubernur Aceh terdapat kenjanggalan dalam pembangunannya.
 
“Kalau kita lihat rasanya sedih dan kecewa. Bangunannya sekarang seperti bangunan tak bertuan, padahal pelaksanaan dan pekerjaannya telah menelan anggaran Rp80 miliar,” katanya.
 
Murdani menduga, proyek ini terindikasi kuat permainan yang dilakukan pihak dinas teknis dengan rekanan.
 
"Di lapangan, pelaksanaan objek pekerjaan paling mudah didahulukan,  tujuannya untuk meraup keuntungan lebih besar oleh dinas teknis dan rekanan.
 
Di sisi lain tambah Murdani, alokasi anggaran tidak maksimal, sehingga bangunan ini tidak jelas kapan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara nyata.
 
Untuk ini, Tim Pansus nantinya akan merekomendasikan kepada Dinas Pengairan Provinsi Aceh, untuk mendesain ulang program pembangunan bendungan irigasi Seuke Pulot untuk langsung turun ke lokasi.
 
“Mendesain ulang bukan dilakukan di atas meja, namun langsung ke lapangan, sehingga dapat diketahui kebutuhan di lapangan," tuturnya.
 
Hal saja ini tidak hanya sekadar main-main dan mengulur-mengulur pelaksanaan di lapangan, agar terget pelaksanaan rampung.
 
"Bila perlu Gubernur terpilih, Irwandi Yusuf bisa sama-sama ke lokasi nanti, karena ini program beliau dulu,”  tegas Murdani.
 
Di samping meninjau lokasi bendungan irigasi Seuke Pulot, Tim Pansus DPRA juga meninjau pembangunan bendungan Alue Geurutut Kecamatan Makmur, Waduk Dayah Baro, dan Pembangunan Jalan Paya Cut-Pante Lhong, Kecamatan Peusangan.
 
Untuk Alue Geurutut, anggota DPRA ini juga meminta Pemerintah Aceh segera memperioritaskan pembangunannya, sehingga dapat manfaatkan untuk mengairi sawah di tiga kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.
 
Sementara itu, Tim Pansus menyorot terkait pembangunan Jalan Paya Cut-Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, sebab kualitasnya rendah. 
 
Proyek yang dilaksanakan PT. Krueng Meuh tersebut diduga telah menguras dana APBA 2016 sebesar Rp4,6 miliar.
 
Selama turun ke Bireuen, Tim Pansus juga meninjau sejumlah proyek yang dibiayai dana Otsus Aceh dan APBA Tahun 2016 seperti PPI Peudada, pembangunan jetty Peulimbang, pembangunan jety di Jeunieb serta pembangunan Dayah Babussalam Jeunieb. 
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum, Bireuen
wwwwww