Ancam Wartawan, Oknum Dewan Aceh Timur Dipolisikan

Ancam Wartawan, Oknum Dewan Aceh Timur Dipolisikan
Iskandar wartawan di Aceh Timur saat melaporkan kasus dugaan pengancaman terhadap dirinya, ke Mapolsek Idi Rayeuk, Aceh Timur, Rabu (7/6/2017). [Ilyas Ismail]
Kamis, 08 Juni 2017 00:31 WIB
Penulis: Ilyas Ismail
IDI- Seorang wartawan di Aceh Timur, Iskandar Ishak, melaporkan oknum anggota DPR setempat, MZR ke Polsek Idi Rayeuk atas kasus dugaan penganiayaan dan pengancaman terhadap korban, pada Rabu (7/6/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.Iskandar mengaku diancam dan dicekik lehernya oleh oknum anggota DPR tersebut. Kejadian itu terjadi di depan anak istri korban.

“Ia mengancam akan membakar mobil saya melalui telepon seluler dan menjelang berbuka puasa, oknum dewan tersebut datang ke rumah saya mengajak saya ke rumahnya, saya menolak ajakan tersebut. Lalu Ia mencekik leher saya,” kata Iskandar kepada GoAceh, saat melapor kasus itu ke Mapolsek Idi.

loading...
Iskandar menyebut tak terima dugaan pengancaman dan pencekikan leher di depan anak istrinya. Bersama sejumlah wartawan Aceh Timur, korban melaporkan dugaan pengancaman tersebut. Laporan itu diterima Kapolsesk Idi, AKP Didik, S.

Kapolsek Idi Rayeuk AKP Didik. S, kepada sejumlah wartawan Aceh Timur, membenarkan bahwa dirinya telah menerima laporan dugaan pengancaman dari korban Iskandar, wartawan salah satu media cetak yang bertugas di Aceh Timur.

“Ya kita benarkan adanya laporan dugaan pengancaman,” papar Kapolsek.

Sementara sekira pukul 23.00 WIB, MZR datang ke Polsek Idi bersama keluarganya. Kepada sejumlah media, Ia mengaku tidak pernah mengancam Iskandar, namun MZR mengaku dirinya ada memegang leher korban di rumahnya. Hal tersebut dikatakan di depan Kapolsek Idi Rayeuk.

MZR mengaku, sejak siang dia telah mencari Iskandar ke Sekdakab Aceh Timur, mondar mandir tidak mau jumpa. Dengan maksud untuk melakukan klarifikasi terkait berita yang terbit di media tempat korban bekerja dengan judul, “Asmara Gelap Pak Dewan Berbuntut Panjang”.

“Saya mencari dia mau klarifikasi berita tersebut, saya tidak pernah mengancam dirinya. Dengan tegas saya katakan saya tidak mengancam Iskandar, namun saat saya datang ke rumahnya untuk mengajak dia ke rumah saya, karena saya sudah emosi saya sempat memegang lehernya,” kata MZR kepada sejumlah Media.

Editor:Zuamar
Kategori:Peristiwa, Aceh Timur
wwwwww